Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Modal Nekat, Pria di Kudus Bisa Kumpulkan Pundi Rupiah dari Piala

Mubaroq bersama istri membuat piala di tokonya. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Modal nekat dijalani Mubaroq, warga di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Berawal tak punya pengetahuan apapun tentang pembutan piala dan plakat, kini ia banjir pesanan dan mengumpulkan pundi-pundi rupiah.

Murianews menyambangi toko piala milik Mubaroq. Toko tersebut diberi nama Gemilang 99. Lokasinya berada di RT 04, RW 03, Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Mubaroq, mengaku awalnya tidak memiliki keahlian membuat piala. Namun karena ada orang yang memintanya untuk membuatkan piala, ia pun nekat menyanggupi dan belajar dari penjual piala di daerah Semarang, Jawa Tengah.

”Setiap acara maulid nabi di masjid sekitar toko saya ini selalu saya adakan lomba untuk anak-anak. Saya sering pesan piala ke Semarang. Tetapi dari orang tua anak justru minta ke saya untuk dibuatkan piala. Padahal saya belum pernah bikin, tetapi saya nekat menyanggupi,” katanya, Kamis (28/7/2022).

Baca: Perusahaan Karung di Kudus Digugat Gegara Tak Bayar Pesangon

Dari modal nekat itu Mubaroq justru kebanjiran orderan. Setiap kegiatan maulid, pesanan piala di tempatnya ramai.

”Dari situ saya lanjutkan saja sampai sekarang. Karena saya mikirnya kan piala dan plakat itu barang tidak basi. Jadi ya saya lanjutkan saja,” sambungnya.

Penjualanya semakin meluas seiring dirinya yang diterima menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebagai guru Pendidikan Agama Islam di SD 5 Honggosoco, Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Sebab, pesanan piala di tempatnya datang dari rekan sesama guru yang hendak mengadakan kegiatan lomba.

Berbagai piala dan plakat saat ini dibuatnya. Mulai dari piala, plakat dari bahan marmer, plakat dari bahan kayu, plakat dari akrilik, dan plakat dari bahan resin.

Selain itu, di tokonya juga menjual samir dan selempang wisuda, serta suvenir boneka wisuda. Harga yang ditawarkan olehnya beragam.

Harga piala di tempatnya dijual mulai dari harga Rp 15 ribu hingga Rp 750 ribu. Sedangkan plakat berbahan marmer dijual Rp 40 ribu.

Kemudian, plakat berbahan kayu dijual seharga Rp 35 ribu. Sementara plakat berbahan akrilik Rp 60 ribu.

Harga lebih mahal ada pada plakat resin. Yakni Rp 300 ribu. Sementara itu, harga samir wisuda dijual mulai Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu.

“Durasi proses pembuatannya berbeda-beda. Untuk piala dan plakat membutuhkan waktu dua hari. Kalau selempang dan samir membutuhkan waktu seminggu. Kalau boneka tergantung banyaknya pesanan. Biasanya bisa dua hari untuk 50 pcs,” sambungnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...