Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

WhatsApp Istri Ketua PCNU Diretas, Kirim Ajakan Bunuh Habib Rizieq

Ttangkapan layar ajakan membunuh Habib Rizieq Syihab. (Foto: Istimewa)

MURIANEWS, Semarang – Sebuah pesan WhatsApp yang berisi provokasi untuk mengajak membunuh mantan Ketua FPI, Habib Rizieq Shihab membuat heboh media sosial. Hal itu lantaran, foto profil pengirim pesan tersebut adalah Ketua PCNU Semarang KH Anasom beserta istri.

Berdasarkan penelusuran, pesan tersebut dikirimkan oleh nomor +62812-2540-9177. Nomor tersebut merupakan nomoh handphone (HP) milik istri, KH Anasom, Nyai Alif Wahdah.

Viralnya kabar itu pun langsung diklarifikasi KH Anasom. Ia pun menjelaskan, pesan tersebut bukan berasal dari dirinya ataupun istri.

Ia juga memastikan pesan tersebut dikirim orang tak bertanggung jawab dengan cara meretas nomor tersebut.

”Awal muncul chat ini (ajakan bunuh HRS) ke nomor hp anak saya dari nomor tidak dikenal tapi aplikasi getcontact diketahui bernama Bn. Susanto. Pada chat pertama ini tidak ada foto saya dengan istri,” ujar Kiai Anasom seperti dikutip dari NU Online.

Tindakan peretasan ternyata juga mengarah ke nomor ponsel istri KH Anasom. Senin (25/7/2022) pukul 16.49 WIB tiba-tiba muncul chat provokasi tersebut lagi di HP sang anak.

”Nah, chatt tersebut menggunakan nomor HP istri saya. Padahal WA istri saya pada jam tersebut WA-nya sedang terganggu alias tidak aktif sejak Minggu pukul 22.31 karena ter-logout secara otomatis. Dan selama itu tidak bisa menggunakan WA sampai hari ini Rabu 27 Juli 2022,” beber Kiai Anasom.

Ironisnya, dalam chat tersebut orang tak bertanggung jawab tersebut memasang fotonya dan istri. Diduga foto tersebut diambil dari foto profil WA sang istri.

”Saya tidak tahu ternyata pada foto yang beredar itu di bagian atas ada nomor HP istri saya. Berarti saat itu nomor HP istri saya digunakan orang lain karena sedang ter-logout,” imbuh dia.

Atas tindakan tersebut, pihaknya melaporkan peretasan dan pencemaran nama baik ke Polrestabes Semarang. Ia pun berharap melalui klarifikasi tersebut tidak ada orang yang termakan provokasi tak bertanggung jawab tersebut.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: NU Online

Comments
Loading...