Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Bukan Senin, Jalan Pantura Pati-Rembang Bisa Makin Macet di Dua Hari Ini

Bukan Senin, Jalan Pantura Pati-Rembang Bisa Makin Macet di Dua Hari Ini
Petugas Satlantas Polres Pati sedang mengurangi kemacetan Jalan Pantura Pati-Rembang. (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Pati – Kemacetan masih terjadi di Jalan Pantura Pati-Rembang, Kamis (28/7/2022). Diketahui, kemacetan itu terjadi sejak Rabu (27/7/2022).

Pihak kepolisian setempat sudah menurunkan petugas untuk mengurai kemacetan di sana. Kaur Bin Ops (KBO) Satlantas Polres Pati, Ipda Muslimin mengatakan, kemacetan ini dikarenakan adanya truk yang mengalami patah as roda tepat di atas Jembatan Juwana Selatan pada Rabu (27/7/2022).

Baca: Awas! Jalan Pantura Pati-Rembang Macet Lagi

Untuk mengurangi kemacetan, petugas melakukan sistem buka tutup jalur di titik adanya truk yang mengalami patah as roda.

”Upaya mengurai kecamatan kemarin ada truk patah di jembatan Juwana. Kita bukan tutup di lokasi kejadian. Tapi tidak memadai karena kendaraan padat. Kita mengimbau truk besar ke kantong-kantong parkir. Motor pribadi ke jalur alternatif,” kata dia.

Baca: Polisi Berjibaku Urai Kemacetan Jalan Pantura Pati-Rembang

Selain itu, pihaknya meminta kendaraan untuk tidak mengambil jalur kanan agar kemacetan tidak semakin parah. Sehingga pada pukul 20.00 WIB kemacetan sudah bisa terurai.

”Kita meminta kendaraan tidak lewat jalur kanan agar ndak kembali macet. Kita juga mencari teknisi dan peralatan untuk truk yang mengalami patah as roda. Kemarin kita mencari bengkel kapal. Jam 8 malam sudah dievakuasi,” kata dia.

Menurut Muslimin, puncak kemacetan di Jalan Pantura Pati-Rembang justru terjadi pada Rabu dan Kamis. Sebab, dua hari itu dinilai merupakan puncak arus di Kabupaten Pati.

”Kalau waktu jam-jam padat kendaraan ribuan yang melintas. Sepeda motor 2 ribu per jam, mobil pribadi sekitar 400 per jam dan truk besar ini 500 lebih per jam. Ini campuran,” pungkas dia.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...