Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pria di Kudus Sulap Kohe Domba jadi Sumber Cuan

Pekerja Kudus Farm tengah memproduksi pupuk organik dari kohe domba. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Kisah inspiratif datang dari Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Pria di Kudus bernama Taufiq mampu menyulap kotoran hewan (kohe) domba menjadi pupuk organik yang bisa menjadi sumber cuan.

Taufiq mendirikan usahanya yang diberi nama Kudus Farm, dan salah satunya pembuatan pupuk organik. Usaha ini dirintis sejak Desember 2021. Lokasi produksi pupuknya berada di Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Di tahun tersebut dia memiliki 80 ekor domba. Keseluruhan merupakan domba betina.

Taufiq menilai, usaha ternak tidak hanya soal jual beli hewan ternak saja. Tetapi dapat dilakukan dengan cara menyulap kotoran hewan menjadi pupuk.

”Karena kotoran hewan ternak dapat dimanfaatkan untuk mendukung lingkungan. Selain itu, pupuk juga bernilai jual,” katanya, Rabu (27/7/2022).

Baca: Petani Pati Wajib Tahu, Pupuk Subsidi Hanya untuk Sembilan Komoditas Ini

Menurutnya pupuk kohe ada dua jenis yakni cair dan padat.

”Untuk saat ini belum bisa buat yang cair. Karena sistem pengelolaan kandang belum terbangun untuk membuat pupuk cair. Jadi sejauh ini saya baru bisa membuat pupuk yang padat,” sambungnya.

Dari total 80 ekor domba yang saat ini dimilikinya, setidaknya dalam sehari produksi pupuk di tempat Taufiq mampu menghasilkan 14 karung. Satu karung tersebut berisi 25 kilogram pupuk organik.

”Sehari bisa menghasilkan 350 Kilogram pupuk organik,” sambungnya.

Dia melanjutkan, harga pupuk organik di tempatnya beragam. Kemasan pupuk organik 3 kilogram seharga Rp 6 ribu.

Baca: Pupuk Organik Diklaim Bisa Hasilkan Padi yang Lebih Sehat

Kemudian untuk kemasan pupuk 5 Kilogram dipatok seharga Rp 9 ribu. Sedangkan pupuk organik 25 Kilogram dihargai Rp 25 ribu.

”Kalau media tanam 20 kilogram seharga Rp 20 ribu. Kalau media tanam itu campuran dari tanah, pupuk, dan sekam,” ujarnya.

Lebih lanjut, setiap musim tanam, dia mampu menjual ribuan kilogram pupuk organik. Namun, dia tidak menyebutkan detailnya dan pendapatannya dari hasil menjual ribuan pupuk organik setiap musim tanam tesebut.

”Biasanya yang ambil itu petani buah dan petani sayur. Setiap musim tanam pasti beberapa truk dan kendaraan terbuka beli pupuk organik ke sini,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...