Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kalah Judi, Kepala Kantor Pos Cabang di Purbalingga Nekat Korupsi Rp 394 Juta

Tersangka tindak pidana korupsi yang merupakan Kepala Kantor Pos Cabang Pembantu Rembang, saat dihadirkan dalam ungkap kasus di Mapolres Purbalingga, Rabu (27/7/2022). (Suara.com/Anang Firmansyah)

MURIANEWS, Purbalingga – Gegara terlilit utang akibat kalah judi, Kepala Kantor Pos Cabang Pembantu Rembang, Kabupaten Purbalingga, Edy Safangatno (30) nekat melakukan korupsi dana kas operasional, panjar benda pos, dan materai hingga Rp 394 juta.

Akibat ulahnya itu, ia kini harus mendekam di jeruji besi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kapolres Purbalingga, AKBP Era Johny Kurniawan menjelaskan kejadian tersebut bermula saat ES menerima dan mengelola kas operasional yang bersumber dari Dana Kas Kantor Kantor Pos Cabang Purbalingga sebesar Rp 443.424.364.

Uang tersebut rencananya akan digunakan untuk pembayaran pensiun ke 13 Taspen, sebesar Rp 150 juta, pensiun ke-13 BTPN sebesar Rp 50 juta, penyaluran BPNT dari Kemensos RI, sebesar Rp 100 juta dan penyaluran dana wesel nasional dan internasional serta jasa pelayanan keuangan.

Baca: Berulah Lagi, Resedivis Maling Rumah Kosong di Purbalingga Kembali Diringkus Polisi

”Adapaun modus operandinya pelaku telah menggunakan dana sebesar Rp 394 juta dan beberapa benda hasil penjualan dari dana tersebut,” katanya seperti dikutip dari Suara.com, Rabu (27/7/2022).

Dalam pengembangannya, pihak kepolisian menemukan beberapa kegiatan yang telah dilakukan tersangka, berupa barang bukti dokumen yang terkait kegiatan pelaku dan kendaraan sepedan motor, empat buku tabungan dan uang tunai sebesar Rp 52 juta.

Kejadian tersebut bermula dari informasi masyarakat yang belum bisa mencairkan dananya, kemudian pihak kepolisian mencoba konfirmasi PT Pos Purbalingga. Dari informasi tersebut, pihak kepolisian memperoleh informasi bahwa dana tersebut sudah cair.

”Oleh sebab itu kita telusuri kemudian kita lakukan penyelidikan. Ternyata uang tersebut dipakai tersangka,” terangnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 2, 3 dan 8 UU nomor 31 tahun 1998 sebagaimana telah diubah dan ditambahkan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

”Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara. Kami berpesan kepada siapapun yang akan bertindak kejahatan untuk berpikir ulang. Karena selama masih berada di muka bumi akan terus kami kejar. Kecuali kalau sudah di dalam bumi tidak mungkin kami kejar,” tutupnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Suara.com

Comments
Loading...