Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pengemis di Kudus Komunikasi Pakai HP Buat Hindari Razia

Seorang pengemis tampak meminta di salah satu lampu merah di Kudus. (Murianews/Satpol PP Kudus)

MURIANEWS, Kudus – Kemajuan teknologi kini benar-benar dimanfaatkan oleh semua lapisan di masyarakat. Ini juga yang dilakukan oleh para pengemis di Kudus, Jawa Tengah.

Mereka menggunakan Smartphone untuk saling berkomunikasi dan menghindari razia dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Satpol PP Kudus Kholid Seif, Rabu (27/7/2022). Selama penertiban pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT) di Kota Kretek, timnya kerap menjumpai para pengemis ini bersembunyi sebelum timnya tiba.

Setelah timnya pergi, barulah mereka keluar kembali dan mengemis dengan berbagai cara. Mulai dari mengamen hingga meminta secara langsung.

”Yang baru sajalah kemarin, itu saya lihat sendiri mereka sembunyi terus pakai HP dia. Ngomong dengan temannya kalau di sini sini sini ada razia satpol, lah mereka sembunyi itu langsung, baru setelah kami lewat mereka ada lagi,” kata dia heran.

Baca: Nggak Kapok, Pengemis Miliarder ini Kembali Kena Razia di Pati

Kholid menambahkan, dalam kategori pengemis, ada badut, musisi angklung, pengamen, hingga manusia silver yang masuk dalam kategori ini. Sehingga mereka harus ditertibkan, baik yang sudah dewasa maupun anak-anak.

”Mereka memanfaatkan sesuatu alat untuk perantara mereka meminta-minta, jadi memang harus ditertibkan sesuai regulasi yang ada,” sambungnya.

Baca: Soal Tendang Badut, Satpol PP Kudus Janji Akan Lebih Humanis

Satpol PP sendiri berupaya semaksimal dan sehumanis mungkin saat menertibkan PGOT. Namun faktor di lapangan terkadang mempengaruhi emosional petugas.

”Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk lebih humanis dalam menertibkan PGOT dari waktu ke waktu,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...