Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ketahui! Saat Jatuh Cinta, Ini Beberapa Hal yang Terjadi Pada Tubuh

Ketahui! Saat Jatuh Cinta, Ini Beberapa Hal yang Terjadi Pada Tubuh
Foto: Ilustrasi jatuh cinta (aliceabc0 dari Pixabay)

MURIANEWS, Kudus – Jatuh cinta merupakan hal yang bisa dirasakan semua orang. Ada beragam reaksi yang dirasakan seseorang ketika sedang jatuh cinta.

Misalnya, ada yang merasa senang bukan kepalang, berdebar-debar hingga berkeringan dingin ketika bersama sang pujaan hati.

Kenapa hal ini bisa terjadi? Melansir dari Hello Sehat, apa yang terjadi pada tubuh kita ketika sedang jatuh cinta lebih banyak melibatkan reaksi kimia dan hormon.

Baca juga: Putus Cinta ternyata Bisa Berdampak pada Kesehatan, Ini Kondisi yang Kerap Muncul

Ada beberapa penelitian yang membuktikan apa saja reaksi yang terjadi dalam tubuh saat sedang mabuk asmara. Berikut di antaranya:

Rasa sensasi seperti ketagihan obat

Berdasarkan studi Rutgers University pada tahun 2010, para peneliti mengungkap bahwa sensasi jatuh cinta mirip seperti ketagihan obat yang melepaskan euforia.

Otak melepaskan zat kimia seperti dopamin, oksitosin, adrenalin, dan vasopresin. Seorang seksolog klinis dan terapis pernikahan Kat Van Kirk, PhD. mengatakan kimia-kimia tersebut lepas melalui interaksi yang berbeda dan membantu Anda semakin dekat dengan pasangan. Seperti obat, semakin banyak waktu yang Anda habiskan bersama orang yang membuat Anda jatuh cinta, Anda akan semakin “ketagihan”.

Bikin “mabuk” dan bertingkah aneh

Berdasarkan penelitian University of Birmingham, semakin banyak oksitosin alias “hormon cinta”, efeknya akan sama seperti ketika Anda meminum banyak wine, mabuk, dan bertingkah aneh-aneh. Para peneliti tersebut melakukan penelitian tentang efek oksitosin dan alkohol, dan meskipun efeknya berbeda pada otak, hasilnya akan sama.

Pipi merah, keringat dingin, dan jantung berdetak cepat

Sebelum kencan dimulai, Anda mungkin menyadari bahwa detak jantung lebih cepat dari normal dan tangan Anda akan banyak berkeringat. Bukan cuma karena gugup, tapi itu sebenarnya merupakan efek dari stimulasi adrenalin dan norepinephrin, kata Dr. Kirk. “Ini akan menyebabkan sensasi fisik dan hasrat untuk memfokuskan perhatian Anda kepada orang yang membuat Anda jatuh cinta,” katanya.

Pupil melebar sebagai reaksi tubuh saat jatuh cinta

Ketika perhatian Anda tertuju pada seseorang, ada stimulasi yang terjadi dalam sistem pembuluh darah simpati Anda, yang menyebabkan pupil mata Anda melebar, kata Dr. Kirk.

Mungkin timbul rasa tidak enak badan

Ketika Anda bertemu orang baru dan menarik perhatian Anda, mungkin Anda akan kehilangan nafsu makan dan rasa tidak enak badan. Tapi, itulah yang ingin tubuh Anda sampaikan kalau Anda benar-benar menyukai orang yang membuat Anda jatuh cinta. Dr. Kirk mengatakan, biasanya rasa tidak enak badan ini akan hilang seiring berjalannya hubungan Anda dengan pasangan Anda.

Muncul “Kekuatan super” sebagai reaksi tubuh saat jatuh cinta

Pernah dengar cerita seorang ibu yang panik mengangkat mobil untuk menyelamatkan anaknya yang terjebak? Kombinasi cinta dan rasa takut bisa memberikan seseorang kekuatan super yang mendadak muncul dalam keadaan darurat, meski penelitian masih sulit untuk membuktikannya. Kekuatan “super” tersebut juga bisa terjadi pada orang yang jatuh cinta.

Menurut Dr. Kirk, hal itu terjadi akibat pelepasan oksitosin dari sistem tubuh ketika jatuh cinta, yang bisa meningkatkan toleransi pada rasa sakit fisik.

Hidup lebih lama dan sehat setelah menikah

Berdasarkan studi yang dilakukan Duke University Medical Center, mereka yang memasuki usia 40 tahun pernikahan memiliki sedikit risiko faktor kematian prematur, dibandingkan mereka yang bercerai atau tidak pernah menikah.

Studi lainnya dari NYU Langone Medical Center di New York menemukan bahwa pria dan wanita yang menikah bisa memiliki jantung yang lebih kuat dibandingkan yang tidak pernah menikah. Pria biasanya memiliki jantung lebih kuat dibandingkan istrinya, dengan risiko 5 persen lebih rendah dari penyakit vaskular, berdasarkan riset.

Jatuh cinta meringankan rasa sakit kronis

Mungkin terdengar seperti mukjizat, tapi menjalin hubungan dengan seseorang bisa menjadi pengobatan untuk mengurangi rasa sakit kronis, berdasarkan studi Stanford University School of Medicine pada tahun 2010.

Para peneliti mengatakan, jatuh cinta yang intens akan sama efeknya seperti obat penghilang rasa sakit pada area otak. Dokter optimis bahwa cinta akan membantu mengurangi rasa sakit, meskipun mungkin perlu riset lebih lanjut.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: hellosehat.com

Comments
Loading...