Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Klaten Dijuluki 1.001 Umbul karena Punya Banyak Mata Air, Segini Jumlahnya Lur

Klaten Dijuluki 1.001 Umbul karena Punya Banyak Mata Air, Segini Jumlahnya Lur
Foto: Umbul Ponggok, salah satu destinasi wisata andalan di Klaten (klatenkab.go.id)

MURIANEWS, Kudus – Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dikenal memiliki banyak destinasi wisata alam. Salah satu andalannya adalah destinasi wisata umbul atau mata air alami.

Mata air alami yang ada di Klaten ini jumlahnya cukup banyak. Saking banyaknya, tidak heran jika Klaten juga dijuluki sebagai daerah 1.001 umbul.

Lantas, seberapa banyaknya mata air alami di Klaten ini? Kemudian, ada di mana sajakah mata air yang ada di Klaten?

Baca juga: Ketahui Desa Wisata yang Mengusung Konsep Sustainable Tourism

Melansir dari Solopos.com, berdasarkan data yang dihimpun dari BPS Klaten tahun 2015, totalnya ada 174 mata air di Klaten. Adapun lokasi mata air ini tersebar ke berbagai kecamatan. Berikut daftarnya:

1. Kecamatan Prambanan (11 mata air)

2. Gantiwarno (5 mata air)

3. Bayat (4 mata air)

4. Trucuk (2 mata air)

5. Kalikotes (11 mata air)

6. Kebonarum (14 mata air)

7. Jogonalan (6 mata air)

8. Manisrenggo (24 mata air)

9. Karangnongko (17 mata air)

10. Ngawen (16 mata air)

11. Ceper (8 mata air)

12. Pedan (2 mata air)

13. Wonosari (1 mata air)

14. Polanharjo (6 mata air)

15. Karanganom (8 mata air)

16. Tulung (24 mata air)

17. Jatinom (3 mata air)

18. Kemalang (2 mata air)

19. Klaten Selatan (5 mata air)

20. Klaten Utara (5 mata air).

Ratusan umbul yang berada di Klaten itu dimanfaatkan untuk beberapa kepentingan. Yaitu pertanian, PDAM, wisata, perikanan, serta Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat.

Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Klaten, Harjaka, mengatakan banyaknya sumber mata air di Klaten salah satunya dipengaruhi topografi wilayah Klaten yang berada di antara pegunungan termasuk, Gunung Merapi. Kawasan lereng Gunung Merapi itu menjadi daerah tangkapan air atau cathcment area.

Harjaka membagi wilayah sumber air dalam tiga kelompok, yakni hulu, tengah, dan hilir.

”Daerah hulu sebagai daerah tangkapan air. Daerah tengah itu daerah munculnya mata air. Sementara daerah hilir sebagai daerah genangan mata air,” kata Harjaka.

Harjaka mengatakan banyak sumber mata air bermunculan di wilayah tengah Kabupaten Bersinar, seperti di wilayah Tulung, Polanharjo, serta Kebonarum.

”Sampai saat ini umbul di Klaten masih terawat. Apalagi sekarang banyak komunitas, desa, atau lainnya yang berempati merawat mata air,” kata dia.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: solopos.com

Comments
Loading...