Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ini Alasan Pemkab Kudus Ingin Beli Mesin Rokok Buatan Taiwan

Rini Kartika Hadi Ahmawati, Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kudus. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Komisi B DPRD Kudus tidak setuju dengan rencana Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop dan UKM) yang ingin membeli mesin rokok buatan Taiwan. Mesin itu rencananya akan ditempatkan di Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT).

Pihak Disnakerperinkop pun angkat bicara mengenai hal ini.

”Saat ini tahapannya masih survei, lelangnya bulan Agustus nanti,” ujar Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmawati, Selasa (26/7/2022).

Rini pun menyampaikan beberapa alasan mengapa akhirnya timnya memilih untuk membeli mesin tersebut. Yang pertama adalah terkait ketersediaan anggaran.

Pemkab, lanjut dia, pada regulasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 206 lalu bisa menganggarkan Rp 15 miliar untuk pembelian mesin rokok SKM. Namun hal tersebut kemudian berubah setelah terbit PMK Nomor 215 Tahun 2021.

Di mana persentase penggaran pembelian mesin dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) mengalami penurunan.

”Turunnya juga sangat jauh yakni hanya bisa dianggarkan sebesar Rp 2,9 miliar saja,” ujarnya.

Baca: Pemkab Kudus Ingin Beli Mesin Rokok Asal Taiwan, DPRD Tak Setuju

Atas hal tersebutlah yang kemudian membuat Pemkab Kudus urung membeli mesin SKM buatan Jerman dengan jenis MK9.

”Selain itu pengadaan mesin ini juga harus ada unsur dalam negerinya, itu harus terpenuhi 40 persen. Memang itu agak sulit, alternatifnya ya yang dirakit di Taiwan ini, namun ada alternatif lain di Batam,” jelasnya.

Pihaknya pun mengakui, mesin buatan Jerman itu kualitasnya lebih mumpuni, yakni sebanyak enam ribu batang per menit.

Sementara untuk kapasitas mesin rakitan Taiwan yang akan dibeli itu, hanya mampu menghasilkan sekitar 1.500 batang rokok per menit.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...