Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pemkab Kudus Ingin Beli Mesin Rokok Asal Taiwan, DPRD Tak Setuju

Rapat Komisi B DPRD Kudus dengan Disperinkop Kudus, Selasa (26/7/2022). (Murianews/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, berencana membeli mesin sigaret kretek mesin (SKM) jenis MK 8 asal Taiwan. Namun, Komisi B DPRD Kudus tak setuju dan meragukan spesifikasi mesin tersebut.

Mesin rokok ini sedianya akan disewakan di Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT). Namun kalangan DPRD tak menyetujui rencana itu.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi B DPRD Kudus Anis Hidayat usai rapat koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Perinduatrian Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop dan UKM) Kabupaten Kudus, Selasa (26/7/2022).

Anis menyebut, mesin yang akan dibeli oleh Disnaker Perinkop dan UKM adalah rakitan dari Taiwan.

Dari hasil rapat juga bisa disimpulkan jika mesin jenis MK 8 itu sangat berisiko memiliki fungsi yang tidak maksimal dan dianggap tidak munpuni untuk produksi rokok filter skala besar.

Baca: Pemkab Kudus Kesulitan Beli Mesin Rokok Buatan Dalam Negeri

Adapun alasannya adalah keberadaan onderdil mesin yang dianggap sulit didapat, produktivitas mesin kurang maksimal, hingga ketahanan mesin yang perlu dipertanyakan.

”Dinas tidak perlu terburu-buru dan kami harap bisa mengkaji ulang pembelian mesin pembuat rokok filter itu. Supaya nanti pengusaha rokok di KIHT juga bisa menggunakannya dengan jangka waktu yang panjang,” ujarnya.

Baca: Mesin Rokok untuk KIHT Kudus Harus Penuhi TKDN Minimal 40 Persen

Pemkab Kudus sendiri sebelumnya berencana membeli mesin SKM buatan Jerman dengan jenis MK9. Namun karena perubahan regulasi dan anggaran, pemkab urung membeli mesin itu karena over budget.

”Jika tidak mampu dan belum bisa dianggarkan membeli yang jenis MK9, jangan dipaksakan. Nanti bisa ditambahkam di perubahan anggaran. Jika sudah dibeli, maka akan kami tinjau ke lapangan bagaimana asas manfaatnya,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Catatan Redaksi: Berita ini telah mengalami penyuntingan ulang pada judul dan isi demi peningkatan kualitas berita.

Comments
Loading...