Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Rusak Sejak 2019, Kondisi SDN 2 Canan Kian Memprihatinkan

Gedung SDN 2 Canan, Klaten, rusak belum diperbaiki, Selasa (26/7/2022). (DetikJateng/Achmad Hussein Syauqi)

MURIANEWS, Klaten – Kondisi gedung SDN 2 Canan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten yang sudah rusak sejak 2019 lalu, semakin memprihatinkan. Padahal, kerusakan tersebut sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan.

Kepala SDN 2 Canan Wartini mengatakan, beberapa ruangan yang rusak parah tak hanya ruang kelas. Beberapa gedung seperti ruang kepala sekolah juga rusak. Bahkan, setiap kali ada hujan turun selalu bocor.

”Iya air masuk saat hujan (ruang kepala sekolah). Yang ruang laborat, kelas 4, 5 dan 6 atap rusak dimakan rayap, keramik terangkat dan perpus atap juga mulai dimakan rayap,” katanya seperti dikutip detikJateng, Selasa (26/7/2022).

Akibatnya, ruangan yang jebol dan rusak untuk sementara tidak digunakan. Dirinya pun berkantor bersama guru di ruang guru.

”Sementara di ruang guru. Kerusakan dimungkinkan karena rayap sehingga kayu rapuh dan ambrol,” lanjut lanjutnya.

Baca: Ratusan Perangkat Desa di Klaten Kosong, Ini Jadwal dan Tahapan Pengisiannya

Ruangan penjaga sekolah juga rusak berat. Ruangan itu kini difungsikan untuk dapur.

”Rumah penjaga sementara untuk masak. Ruang kelas 4, 5 dan laboratorium juga mulai kena rayap,” tambah Wartini.

Terpisah, Kepala Desa Canan, Herning Jati Widagdo, mengatakan kerusakan bangunan di SDN 2 Canan itu sudah lebih dari dua tahun. Kondisi atap yang ambrol awalnya hanya bocor.

”Tahu-tahu ambrol, yang rusak dua ruang. Kemarin sudah lapor ke Desa dan saya arahkan ke Korwil di Kecamatan,” ungkapnya.

Pemdes, kata Herning, sangat berharap segera dilakukan perbaikan. Sebab SDN 2 Canan tersebut jumlah siswanya lebih dari 100 orang.

”Di sini ada SDN 1 dan 2, semua punya siswa cukup banyak, lebih dari 100 siswa. Kalau rumah penjaga rusak lebih lama, semua menempati tanah kas desa,” imbuhnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...