Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Gas Metan TPA Jepara Kembali Dimanfaatkan Warga

Gas Metan TPA Jepara Kembali Dimanfaatkan Warga
Gas Metan dari TPA Bandengan Jepara mengalir ke rumah warga. (Murianews/DLH Jepara)

MURIANEWS, Jepara – Keberadaan gas metan atau gas metana dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bandengan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, kembali dimanfaatkan warga.

Gas metan yang diolah tersebut digunakan sekitar 30 KK di Kabupaten Jepara untuk kebutuhan dapur. Mereka merupakan warga terdekat TPA Bandengan.

”Untuk sementara kita fasilitasi warga yang rumahnya di ring satu. Karena mereka yang paling terdampak bau sampah,” kata Kabid Pengelolaan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara, Ngadimin, Selasa (26/7/2022) di TPA Bandengan.

Baca: Hujan Mulai Turun, Produksi Gas Metan TPA Bandengan Diharap Kembali Meningkat

Ngadimin menjelaskan, gas metan di TPA Bandengan kali pertama diproduksi 2015 lalu. Saat itu, ada sekitar 60 KK yang teraliri gas metan.

Namun, aliran sempat terhenti pada 2020. Itu karena terjadi kendala teknis. Setelah hampir 1,5 tahun lamanya, produksi gas metan kembali dilakukan.

”Untuk sementara ini, yang terdata ada 45 KK. Namun, yang terpasang baru 30-an KK. Yang lainnya menyusul,” jelas dia.

Sejumlah kendala dialami pihak pengelola. Seperti kurangnya sarana prasarana berupa selang dan pipa. Juga kelembaban air yang tidak menentu saat pergantian musim.

Kendala lainnya, gas metan belum bisa mengalir sepanjang hari. Dalam sehari, produksi gas mengalir dua kali, yakni pada pukul 04.30-09.00 WIB dan sore pukul 16.00-19.00 WIB.

”Pada jam-jam itu bebas. Warga bisa pakai untuk apa saja. Tidak ada batasan. Pemakaiannya juga gratis,” ujar Ngadimin.

Untuk saat ini, imbuh Ngadimin, kapasitas aliran gas metan di TPA Bandengan hanya mencapai sekitar 60 KK.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...