Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ketika Dana Santunan Korban Lion Air Digasak untuk Koperasi 212

Ketika Dana Santunan Korban Lion Air Digasak untuk Koperasi 212
Logo ACT (Tangkapan Layar)

MURIANEWS, Jakarta – Bareskrim Polri mengungkap ada penyelewengan dana Boeing senilai Rp34 miliar yang diselewengkan yayasan filantropis Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Dana tersebut seharusnya disalurkan kepada keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air, namun sebanyak Rp 10 miliar diantaranya justru digunakan untuk Koperasi Syariah 212.

Wakil Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Helfi Assegaf menyebut program yang sudah terlaksana memakai dana CSR Boeing itu sejumlah Rp103 miliar. Sementara sisanya ada sebanyak Rp34 miliar yang diduga diselewengkan.

Baca: Dana ACT Juga Mengalir ke Koperasi 212, Jumlahnya Fantastis

Rinciannya pengadaan armada truk sekitar Rp10 miliar, program big food bus sekitar Rp2,8 miliar, hingga pembangunan pesantren peradaban Tasikmalaya sekitar Rp8,7 miliar.

Kemudian koperasi syariah 212 kurang lebih Rp10 miliar, untuk dana talangan CV CUN Rp3 miliar, selanjutnya kemudian dana talangan untuk PT MBGS Rp7,8 miliar sehingga total semuanya Rp34.573.069.200.

Sementara anggota Dewan Pengawas (Dewas) Syariah Koperasi 212 Muhyiddin Junaidi mengaku terkejut mendapat kabar bahwa Koperasi Syariah 212 mendapatkan aliran dana ACT dari donasi Boeing mencapai Rp10 miliar.

”Saya sangat terkejut membaca berita tersebut dan langsung minta klarifikasi kepada pimpinan Koperasi Syariah 212,” kata Muhyiddin, dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (26/7/2022).

Baca: Bareskrim Polri Tetapkan Empat Tersangka Kasus ACT

Muhyiddin menjelaskan Dewas Syariah Koperasi Syariah 212 hanya bertugas pada aspek kepatuhan koperasi terhadap prinsip syariah atau syariah compliance. Sehingga, pihaknya mengaku tak pernah dilibatkan terkait masalah keuangan Koperasi Syariah 212.

”Kami sudah minta kepada pimpinan KS 212 agar segera membuat klarifikasi ke publik supaya tak terjadi kesalahpahaman. Adapun masalah permodalan hanya diketahui oleh para pengurus KS 212,” kata Muhyiddin.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: CNNIndonesia.com

Comments
Loading...