Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Bareskrim Polri Tetapkan Empat Tersangka Kasus ACT

Bareskrim Polri Tetapkan Empat Tersangka Kasus ACT
Foto: Logo ACT (act.id)

MURIANEWS, Jakarta – Bareskrim Polri telah menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan dan penggelapan dana Yayasan Aksi cepat Tanggap (ACT).

Empat tersangka itu yakni Ahyudin (A) selaku pendiri dan mantan Presiden ACT, Ibnu Khajar (IK) selaku presiden ACT saat ini, Hariyana Hermain (HH) selaku pengawas yayasan ACT tahun 2019 dan saat ini sebagai anggota pembina ACT, serta Novariadi Imam Akbari (NIA) selaku mantan Sekretaris dan saat ini menjabat Ketua Dewan Pembinan ACT.

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Kombes Helfi Assegaf menyatakan, keempat tersangka mendapatkan gaji puluhan hingga ratusan juga dari donasi.

”Gaji sekitar 50-450 juta per bulannya,” kata Helfi, dikutip dari Kompas.com, Selasa (26/7/2022).

Baca: Cerita Ahyudin, Mantan Presiden ACT Yang Diperiksa 8 Kali oleh Bareskrim

Menurut Helfi, setiap bulannya Ahyudin menerima sekitar Rp 450 juta, Ibnu Khajar sekitar Rp 150 juta, Hariayana dan Novariadi sekitar Rp 50-100 juta.

Selain itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan bahwa Ahyudin dan Ibnu Khajar membuat surat keputusan bersama (SKB) pembina dan pengawas Yayasan ACT perihal pemotongan donasi sebesar 20-30 persen.

Ramadhan juga mengungkapkan peran dan actus reus atau tindakan bersalah dari keempat tersangka.

Menurutnya, Ahyudin bersama ketiga tersangka lainnya memperoleh gaji serta fasilitas lainnya bersama dengan pendiri yayasan, pembina pengawas, dan pengurus ACT.

Baca: Petinggi ACT Diduga Cuci Uang Lewat Perusahaan Cangkang

Ahyudin dan Ibnu disebutkan juga duduk dalam direksi dan komisaris di badan hukum yang terafiliasi dengan Yayasan ACT.

”Bahwa hasil usaha dari badan hukum yang didirikan oleh yayasan tak harusnya juga digunakan untuk tujuan berdirinya yayasan, akan tetapi dalam hal ini A menggunakannya untuk kepentingan pribadi,” ujar dia.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Kompas.com

Comments
Loading...