Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Sidang Pembunuhan di Jalan Juwana-Jakenan Pati, JPU Hadirkan Gebetan RH

Sidang Pembunuhan di Jalan Juwana-Jakenan Pati, JPU Hadirkan Gebetan RH
Sidang lanjutan kasus pembunuhan di Juwana-Jakenan. (Murianews/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Sidang lanjutan kasus pembunuhan di Jalan Juwana-Jakenan kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pati, Jawa Tengah, Senin (25/7/2022).

Dalam sidang itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan perempuan berinisial D yang merupakan gebetan atau teman tapi mesra terdakwa, RH.

D merupakan salah satu dari empat saksi yang dihadirkan untuk memberikan kesaksiannya. Perempuan itu diduga jadi penyebab peristiwa pembunuhan itu.

Saat memberikan keterangannya, D mengatakan, korban merupakan sahabatnya. Sementara terdakwa, RH merupakan gebetannya atau teman tapi mesra (TTM).

Baca: Sidang Kasus Pembunuhan di Juwana Pati Digelar, 17 Saksi akan Dipanggil

Sebelum kejadian, D mengaku diminta korban untuk tidak dekat-dekat dengan RH. Karena orang-orang desa RH merupakan orang yang rese-rese.

”Sebelum kejadian, kurang lebih empat hari (sebelumnya) saya sempat berkomunikasi dengan korban. Korban bilang ke saya jangan dekat-dekat karena rese-rese,” ujarnya.

Ia mengaku mengetahui sahabatnya meninggal dan jadi korban pembunuhan di Jalan Juwana-Jakenan di media sosial sekitar Maret 2020 lalu.

”Nama RH tidak disebutkan. Saya mendengar di sosmed ada korban pembunuhan. Tetapi saya tidak mengetahui pelakunya,” kata dia.

Mulanya, perempuan itu tak menduga gebetannya merupakan pelaku pembunuhan itu. Bahkan, ia masih bertemu dan berkomunikasi dengan RH melalui telepon seluler.

D baru mengetahui pelaku pembunuhan sahabatnya itu setelah kepolisian menangkap RH. Sebelumnya, ia tidak mengetahui pelaku pembunuhan itu.

Pihak kepolisian pun memanggil D untuk menjadi saksi. Setelah itu, D mengaku diteror dan diancam dibunuh oleh seseorang dengan nomor tidak dikenal.

Setelah ditelusuri kawannya, ia menilai pelaku merupakan orang sedesa dengan terdakwa. Ia juga menilai RH merupakan orang yang tak suka dengan hubungan persahabatannya dengan korban.

Sementara itu, pengacara terdakwa, Esera Gulo menilai kesakitan D ini tidak berdasar. Lantaran yang menelusuri nomor yang tidak dikenal itu merupakan orang biasa bukan instansi kepolisian.

Ia menyebut kesaksian D bahwa RH tidak suka dengan korban. Karena dalam BAP, D mengatakan tidak ada orang yang tidak suka dengan hubungan persahabatan mereka.

”Saksi ini memberikan keterangan palsu. Kami keberatan dengan keterangan saudara saksi ini. Karena ketika ada yang berbeda dengan BAP maka dicabut,” kata Esero.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum Fandi Isnan tidak sepakat dengan pengacara terdakwa. Menurutnya beberapa keterangan D berbeda lantaran saat BAP, saksi dari pihaknya ini lupa.

”Saya keberatan kalau saksi kami dinilai memberikan keterangan palsu. Ia hanya lupa sehingga tidak memberikan keterangan seperti saat persidangan,” pungkas dia.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...