Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

STC Bawa Pulang Empat Medali di Kejurnas Piala Tugu Muda Semarang

STC Kudus
Jajaran atlet dan tim pelatih STC Kudus (Murianews/STC)

MURIANEWS, Kudus – Sukun Tennis Club (STC) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berhasil membawa pulang empat medali di empat kategori umur dalam Kejuaraan Nasional Piala Tugu Muda di Semarang pekan kemarin. Hasil cukup bagus ini membanggakan klub tenis milik PR Sukun ini.

Adapun empat medali tersebut dipersembahkan oleh M. Akbar Aidil yang berhasil menyabet posisi runner-up di kelompok umur 18 tahun putra. Medali selanjutnya, dipersambahkan oleh M. Dani permana yang menyabet posisi ke 3 di kelompok umur 12 tahun putra.
Sementara dua medali sisanya berhasil diraih oleh Riristina Novita yang berhasil mengamankan posisi ke-3 tunggal kelompok umur 16 tahun putri, serta runner-up ganda putri umur 16 tahun.

STC sendiri mengirim sebanyak sepuluh atletnya di kejuaraan bergengsi itu. Beberapa di antaranya berhasil tembus babak 16 besar dan delapan besar. Namun ada juga yang tersingkir di babak penyisihan.

Walau begitu, asisten pelatih STC Kudus Kasdik mengacungi jempol para anak didiknya. Mereka tetap bermain dengan sungguh-sungguh walau tahu jika lawannya berat.

BACA JUGA: Performa Atlet STC Kudus Mulai Konsisten Jelang Kejurnas Tugu Muda

”Kami lihat kemarin memang ada sejumlah aspek yang harus dievaluasi. Namun terlepas dari itu, mereka sudah bertanding dengan maksimal, kami di tim pelatih tetap bangga pada mereka,” kata Kadik, Senin (25/7/2022).

Dia menyampaikan, gelaran kali ini memang jadi turnamen yang cukup berat bagi anak asuhnya. Banyak petenis nasional turun dalam ajang ini sehingga menambah berat persaingan.

”Mereka sudah berusaha semampunya, saat ini kami akan recovery, kemudian akan berlatih lagi untuk menyongsong turnamen-turnamen selanjutnya,” ujarnya.

Dari tim pelatih, tambah Kasdik, tentu ingin memaksimalkan semua potensi atletnya. Hanya, hal tersebut baru bisa terjadi ketika para atlet mau dan mampu untuk melawan dirinya sendiri.
Oleh karena itu dia meminta pada semua anak didiknya untuk tetap fokus dalam berlatih.

Mereka yang gagal di turnamen terakhir juga diminta untuk menguatkan mental dan bangkit kembali di turnamen-turnamen selanjutnya.

”Yang belum maksimal ayo digenjot lagi latihannya, kami yakin para atlet kami masih mampu meningkatkan bakat dan kemampuannya,” pungkas dia.

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Budi Erje

Comments
Loading...