Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Bangun Gedung Inti IKN Nusantara Dianggarkan Rp 3,4 Triliun

Bangun Gedung Inti IKN Nusantara Dianggarkan Rp 3,4 Triliun
desain final istana negara baru (Foto: IG @nyoman_nuarta)

MURIANEWS, Jakarta – Pemerintah telah menganggarkan Rp 3,4 triliun dari APBN untuk pembangunan gedung inti di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Gedung inti itu meliputi gedung Kantor Kepresidenan dan Gedung Istana Negara.

Total anggaran itu sudah masuk dalam laman LPSE Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan nomor kode tender 80580064.

Dalam laman yang sama, tender tersebut diberikan nama “Pembangunan Bangunan Gedung Istana Negara dan Lapangan Upacara pada Kawasan Istana Kepresidenan di Ibu Kota Negara”.

Tender dibuat pada tanggal 17 Juni 2022. Tahap tender saat ini ialah masa sanggah prakualifikasi.

Baca: Uni Emirat Arab Investasi Rp 229,5 Triliun untuk Proyek IKN Nusantara

Tender berada pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat satuan kerja Pelaksana Prasarana Permukiman Provinsi Kalimantan Timur. Anggaran untuk proyek ini berasal dari APBN 2022.

”Nilai pagu paket Rp 1.509.467.000.000 (Rp 1,5 triliun). Nilai HPS paket Rp 1.364.080.000.000 (Rp 1,3 triliun),” tulis situs itu.

Berikutnya, tender ‘Pembangunan Bangunan Gedung Kantor Presiden pada Kawasan Istana Kepresidenan di Ibu Kota Negara’ diberi nomor 80581064. Tender itu juga berasal dari APBN 2022.

”Nilai pagu paket Rp 1.936.191.000.000 (Rp 1,9 triliun). Nilai HPS Paket Rp 1.598.460.000.000 (Rp 1,5 triliun),” tulis situs itu.

Baca: Australia Berencana Bantu Pembangunan IKN Nusantara

Selain itu, pemerintah juga bakal membangun gedung Sekretariat Negara dan bangunan pendukung pada kawasan Istana Kepresidenan di IKN. Proyek bernama Pembangunan Bangunan Gedung Sekretariat Presiden dan Bangunan Pendukung pada Kawasan Istana Kepresidenan di Ibu Kota Negara diberi kode 80752064.

Anggarannya berasal dari APBN 2022. Tahap saat ini ialah evaluasi dokumen kualifikasi.

”Nilai pagu paket Rp 1.380.713.000.000 (Rp 1,3 triliun). Nilai HPS paket Rp 1.380.713.000.000,” tulis situs tersebut.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar

Comments
Loading...