Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Demaan hingga Kajeksan, Ini Makna Sejarah Nama Desa-Desa di Kudus

Balai Desa Demaan, di Kabupaten Kudus. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Penamaan nama desa di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah berkaitan dengan sejarah di desa tersebut. Bagaimana sejarah nama-nama desa di Kudus tersebut?

Murianews merangkum nama-nama desa dan kelurahan di Kudus yang memliki makna sejarah. Di antaranya Desa Demaan, Desa Langgardalem, Desa Kauman, Kelurahan Kajeksan, Desa Demangan, dan Desa Padureksan.

Kemudian ada nama Desa Janggalan, Desa Sunggingan, Desa Barongan, dan Desa Nganguk.

Dilansir dari buku berjudul Kudus Selayang Pandang karya Solichin Salam, beberapa sejarah desa di Kudus tersebut dijelaskan. Penjelasan tersebut terdapat di halaman 75.

Baca: Awas Keliru! Nama Desa-Desa di Kudus Ini Hampir Mirip

Penamaan Desa Demaan. Dari buku yang ditulis Solichin Salam, dahulunya daerah tersebut merupakan tempat tinggal pejabat dari Demak.

Kemudian Desa Langgardalem dijelaskan dahulunya merupakan kampung tempat kediaman Sunan Kudus. Hal senada juga disampaikan oleh Sejarawan Kudus, Edy Supratno.

”Langgardalem dikaitkan dengan langgarnya (suaraunya, red) Sunan Kudus,” katanya, Senin (25/7/2022).

Kemudian, penamaan Desa Kauman pada buku karya Solichin Salam dahulunya merupakan tempat ulama dan kaum agama. Biasanya tempat tinggal ulama dekat dengan masjid.

Lalu, kelurahan Kajeksan tertulis di buku tersebut merupakan tempat bermukimnya seorang jaksa.

Kemudian ada nama Desa Demangan. Desa Demangan diambil dari kata Demang. Demang merupakan jabatan yang diemban seseorang yang bertugas sebagai pembantu bupati.

Baca: Kode Pos Desa di Kecamatan Kota, Bae dan Gebog Kudus: Cek di Sini

Lalu ada nama Desa Padureksan. Desa Padureksan tertulis di buku tersebut sebagai tempat yang dahulunya digunakan oleh Sunan Kudus untuk menyelesaikan pertikaian (padu, red).

Berlanjut, penamaan Desa Janggalan dahulunya merupakan tempat tinggal mbah Jenggala. Mbah Jenggala atau Jenggolo merupakan murid dari Sunan Kudus.

”Janggalan diambil dari nama Mbah Jenggolo. Mbah Jenggolo merupakan murid dari Sunan Kudus,” kata Sejarawan asal Kudus, Agus Susanto, Senin (25/7/2022).

Kemudian ada Desa Sunggingan. Dijelaskan pada buku tersebut Sunggingan merupakan pemukiman dari penyungging (pengukir, red).

Lalu, ada Desa Barongan yang menurut buku tersebut merupakan tempat Barong. Di halaman 76, dijelaskan pula asal penamaan Desa Nganguk.

Baca: Sejarah Desa Barongan Kudus Lekat dengan Kiai Barong

Selain itu, terdapat juga nama dukuh dan nama tempat yang memiliki makna sejarah. Sebut saja Dukuh Jagalan (Desa Langgardalem), Dukuh Sayangan (Kelurahan Kerjasan) dan Pekojan (sepanjang Jalan Sunan Kudus di sepanjang City Walk).

Dukuh Jagalan di Desa Langgardalem dijelaskan di buku tersebut sebagai tempat jagal. Tempat jagal merupakan tempat pemotongan hewan.

”Jagalan itu dahulu sebagai tempat orang menyembelih hewan. Dukuh Jagalan ini berada di Desa Langgardalem,” kata Agus Susanto.

Sedangkan Dukuh Sayangan di Kelurahan Kerjasan merupakan daerah pemukiman yang dihuni oleh para pandai logam.

Kemudian ada Pekojan. Pekojan dahulunya merupakan pemukiman untuk orang-orang Koja (India).

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...