Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Sambut 17-an, Perajin Batik di Kudus Ciptakan Batik Peta Nusantara

Batik cap Peta Nusantara buatan Kudus. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Perajin batik di Kudus, Jawa Tengah menciptakan batik cap peta nusantara. Batik tersebut dibuat menjelang peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan Indonesia.

Batik cap peta nusantara itu dibuat oleh perajin dari outlet batik Sekar Jagad bernama Said Anwarudin. Outletnya berada di RT 05, RW 04, Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Pengamatan Murianews, batik cap peta nusantara itu bewarna merah tua. Di kain batik berukuran 2 meter x 1,1 meter itu terdapat motif pulau Indonesia, mulai dari Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Pulau Jawa, Pulau Sulawesi, dan Papua.

Said Anwarudin mengatakan, di kain batik tersebut terdapat 60 motif pulau Indonesia.

”Saya membuat batik cap peta nusantara ini sejak pertengahan Juli tahun ini. Tujuannya menyambut Agustusan,” katanya, Senin (25/7/2022).

Selain menyambut Agustusan, di balik pembuatan batik tersebut dia ingin agar Indonesia tetap menjadi satu. Mulai dari Sabang hingga Merauke.

”Jangan ada lagi yang memisahkan diri seperti dahulu Timor Timur. Kemudian sekarang di Papua juga lagi kisruh ada KKB (kelompok kriminal bersenjata, red),” sambungnya.

Baca: Mulai Diminati, Jumlah Pembatik Ecoprint di Kudus Naik Tiga Kali Lipat

Perihal pemilihan warna, dia hanya mengambil warna merah saja. Menurutnya, merah memiliki filosofi berani.

”Saya hanya produksi warna merah saja yang memiliki makna berani. Tidak ada warna lain,” ujarnya.

Lebih lanjut, batik tersebut dijual dengan harga Rp 175 ribu. Selama dua pekan produksi, setidaknya Said telah mampu menjual sebanyak 1000 pcs. Nantinya, setelah bulan Agustus tahun ini dia tidak lagi memproduksi.

”Setelah Agustusan saya tidak bikin lagi. Karena momennya kan sudah selesai,” ungkapnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...