Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Tak Ada Tanda Penganiayaan, Petani Sragen Diduga Meninggal Terbentur Traktor

Seorang anggota Polsek Sragen Kota bersama warga melihat lokasi kejadian dan posisi traktor di persawahan Dukuh Tanjang, Desa Kedungupit, Sragen Kota, Sragen, Minggu (25/7/2022). (Istimewa/Polsek Sragen Kota)

MURIANEWS, Sragen — Polisi memastikan tak ada tanda penganiayaan atastemuan jenazah seorang petani asal Desa Kedunguoit, Kecamatan Sragen Kota yang mengalami luka di rahang, Minggu (27/4/2022) kemarin.

Jenazah petani yang diketahui bernama Sugiyo (59) itu diduga merenggang nyawa setelah kena setang traktor yang dikendarainya.

Kasi Humas Polres Sragen AKP Suwarso mengatakan, begitu mendapat laporan, pihaknya langsung menuju lokasi. Selain itu, ia juga melibatkan petugas medis Puskesmas Sragen Kota dan Tim Inafis Polres Sragen untuk memeriksa jasad korban.

”Hasilnya, tim medis dan Inafis tak menemukan tanda-tanda bekas penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia murni karena terbentur setang mesin pembajak sawah,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Senin (25/7/2022).

Baca: Petani di Sragen Meninggal dengan Luka di Rahang di Sawah

Selain itu, pihak keluarga juga telah menerima kondisi petani asal Kedungupit, Sragen, yang meninggal tersebut sebagai musibah. Keluarga keberatan jenazah korban diautopsi.

”Jenazah korban lalu diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman,” ungkapnya.

Suwarso menuturkan kronologi kejadian itu  bermula pada pukul 13.00 WIB, korban pamit ke sawah untuk memindahkan mesin pembajak sawah.

“Kemudian pukul 14.30 WIB, salah satu saksi melihat ada seseorang yang tengkurap di dekat mesin pembajak sawah,” terangnya

Korban diduga hendak memindahkan mesin pembajak tersebut ke jalan kampung. Namun karena tidak kuat akhirnya kepala sebelah kiri atau rahang kiri korban terkena setang pembajak sawah.

Selanjutnya saat saksi melihat dan mengecek kondisi korban ternyata telah meninggal dunia. Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sragen, Ismail Joko Sutrisno, mengatakan proses evakuasi dilakukan bersama warga sekitar.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...