Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ini Tujuan dan Prosedur Autopsi Ulang yang Patut Diketahui

Ini Tujuan dan Prosedur Autopsi Ulang yang Patut Diketahui
Ilustrasi autopsi (Freepik)

MURIANEWS, Jakarta – Belakangan ini, kata autopsi ulang marak di perbincangkan masyarakat Indonesia. Hal ini seiring dengan misteri tewasnya Brigadir J di rumah Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/7/2022) lalu.

Jenazah Brigadir J seberanya sudah pernah dilakukan autopsi. Namun, pihak keluarga menduga masih ada hal-hal janggal dalam kasus kematian Brigadir J itu. Sehingga keluarga meminta untuk dilakukan autopsi ulang.

Rencananya, autopsi ulang akan dilakukan pada Rabu (26/7/2022) besok. Dalam upaya autopsi ulang ini, pihak keluarga juga akan mendatangkan ahli forensik untuk bisa terlibat dalam proses tersebut.

Terlepas dari hal itu, untuk diketahui bahwa autopsi merupakan prosedur medis dalam istilah kedokteran guna melakukan pemeriksaan menyeluruh pada tubuh orang yang sudah meninggal. Biasanya, prosedur ini dilakukan guna mengetahui penyebab kematian seseorang.

Baca: Autopsi Ulang Jenazah Brigadir J Dilakukan Rabu 27 Juli

Dikutip dari laman resmi National Center for Biotechnology Information, autopsi dapat dilakukan pada seluruh atau beberapa bagian tubuh saja. Hal ini bergantung pada kemungkinan penyakit yang diderita seseorang sebelum meninggal ataupun kesepakatan dari pihak keluarga.

Umumnya, proses autopsi harus mendapatkan izin dari ahli waris atau pihak keluarga korban terlebih dahulu. Namun, izin ini juga dapat diberikan oleh yang bersangkutan sebelum meninggal. Selain itu, prosedur autopsi juga memerlukan izin dari pihak keluarga atau yang bersangkutan sebelum meninggal.

Baca: Autopsi Ulang Jenazah Brigadir J, Keluarga Siapkan Dokter Ahli

Sementara untuk prosedur autopsi sendiri, masing-masing negara mampunyai prosedur yang berbeda-beda. Bahkan bisa dimungkinkan juga terjadi perbedaan dari kepentingan autopsi tersebut. Namun, secara umum, menurut Johns Hopkins Medicine, prosedur autopsi dapat dilakukan sebagai berikut:

  1. Pemeriksaan visual secara menyeluruh pada tubuh, termasuk organ internal.
  2. Pemeriksaan mikroskopis, kimia, dan mikrobiologi terhadap organ, cairan, dan jaringan pada tubuh.
  3. Dalam beberapa kasus, organ yang diperiksa perlu diambil dan diawetkan guna pengecekan dan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium.
  4. Pada kasus lain, organ tubuh yang diperiksa dapat pula dikembalikan pada tempat semula sebelum dikembalikan pada keluarga guna keperluan pemakaman atau penguburan.
  5. Kemudian, laporan dibuat berdasarkan hasil tes laboratorium dan diberikan kepada pihak berwenang.

Umumnya, rangkaian prosedur autopsi akan berlangsung selama 2-4 jam. Tetapi, hasil tes laboratorium terhadap cairan atau jaringan tubuh tertentu baru dapat dilaporkan setelah beberapa hari proses autopsi dilakukan.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Tempo.co

Comments
Loading...