Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Taman Balekambang Bakal Direvitalisasi, DPRD Solo Minta Pohon Langka Tak Ditebang

Sejumlah warga saat berkunjung di Taman Balekambang. (Solopos.com)

MURIANEWS, Solo – Taman Balekambang Solo rencananya akan mulai direvitalisasi pada Agustus 2022. Revitalisasi tempat wisata peninggalan Mangkunegaraan tersebut ditargetkan selesai pada 2024 mendatang.

Proyek revitalisasi Taman Balekambang sendiri menelan anggaran hingga Rp 198 miliar dengan menyasar hampir keseluruhan bagian di tempat wisata tersebut.

Ketua Komisi IV DPRD Solo, Janjang Sumaryono Aji meminta selama revitalisasi berlangsung tidak ada penembangan benda cagar budaya alami berupa pohon langka.

Saat ini, katanya, ada empat jenis pohon langka di taman tersebut meliputi ringin putih, ringin kurung, beringin reboisasi, dan batu meteor.

”Satuan kerja (satker) Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah memaparkan konsep dan detail engineering design (DED) perombakan Taman Balekambang di Gedung DPRD Solo, beberapa hari lalu,” katanya.

”Kala itu, anggota Komisi IV DPRD Solo memberikan usulan dan masukan terkait rencana proyek revitalisasi Taman Balekambang. Salah satu usulannya melindungi pohon-pohon langka di area taman. Ada beberapa jenis pohon langka. Intinya, kami meminta jangan ditebang,” tambahnya seperti dikutip Solopos.com.

Ia menjelaskan, benda cagar budaya alami itu wajib dilindungi. Hal ini diatur dalam UU No 11/2010 tentang Cagar Budaya. Selain pohon langka, struktur cagar budaya di Taman Balekambang Solo meliputi kolam air, kolam keceh, Bale Kambang, Bale Tirtayasa, dan pintu air.

”Jadi Taman Balekambang itu kaya peninggalan sejarah baik tak bergerak maupun alami. Karena itu, pemerintah harus melibatkan tim ahli cagar budaya (TACB) dan pegiat sejarah di Kota Solo sebelum mengerjakan proyek revitalisasi taman,” ujar dia.

Janjang menyampaikan pemerintah dan kontraktor pelaksana harus terlebih dahulu menyosialisasikan proyek revitalisasi taman kepada pegiat seni dan budaya, pelaku usaha dan masyarakat. Selain itu, pihak-pihak terkait harus duduk bersama membahas beragam dampak revitalisasi taman.

Misalnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Solo terkait analisis dampak lalu lintas (andalalin) dan kantong-kantong parkir kendaraan bermotor.

”Proyek sebesar itu bakal melibatkan ratusan orang pekerja. Kendaraan berat juga hilir mudik di kawasan Manahan dan sekitarnya. Ini perlu diatur agar tak mengganggu kenyamanan pengguna jalan,” ujarnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...