Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Gondelan Syafaat Kanjeng Nabi Ala Cak Nun: Ada Dua Cara

Cak Nun dalam Gondelan Syafaat Kanjeng Nabi bersama bersama PR Sukun. (Murianews)

MURIANEWS, Kudus – Sukun Special Baru kembali menghadirkan acara Gondelan Syafaat Kanjeng Nabi bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng edisi yang keenam. Dalam kesempatan tersebut, Cak Nun mengupas tentang makna dari syafaat Kanjeng Nabi yang sesungguhnya.

Sebelum itu, Cak Nun Nun kembali menegaskan bila gondelan di sini berarti ikut serta dan berpegang dalam sebuah jalan yang ditempuh oleh Nabi Muhammad SAW. Di mana tujuannya adalah menuju Allah Taala.

Menurut Cak Nun, ada dua cara seorang manusia menjalankan syafaat tersebut. Yang pertama adalah menjalankan dengan cara taklid dan yang kedua adalah dengan cara ittiba’.

Cara taklid sendiri adalah yakin seratus persen kepada syafaat Rasulallah tanpa tahu arti dan mengapa harus menjalankan hal-hal yang ada di dalamnya. Sementara ittiba’ adalah menjalani dengan mengetahui sebab dan alasannya.

Baca: Cak Nun Ajak Belajar dari Kesetiaan Rasulullah

Cak Nun menambahkan, tidak ada yang salah dengan dua cara tersebut . ”Sebenarnya ittiba’ alhamdulillah taklid juga tidak masalah, oke-oke saja,” kata Mbah Nun dalam acara yang tayang di Youtube Murianews TV, Zona Hijau, PR Sukun, Caknun.com, dan KiaiKanjeng, Kamis (21/7/2022).

Dia pun mencontohkan taklid adalah seperti seorang yang menjalankan ibadah salat lima waktu. Seorang manusia hanya terus menjalankannya karena yakin itu adalah ajaran yang benar. Bahkan sekalipun mereka tidak tahu alasan dari mengapa jumlah rakaat tiap waktunya ada yang berbeda.

”Manuisa tetap menjalankan kan, jadi tidak apa-apa kalau Taklid atau percaya seratus persen pada syafaat Kanjeng Nabi,” ungkapnya.

Mbah Nun menambahkan, sejatinya umat manusia hanya menyusuri jalan yang telah dibukakan oleh Nabi Muhammad SAW dengan tujuan Allah Taala. Di proses tersebutlah gondelan syafaatnya jadi sangat penting.

”Ada yang gondelan semampunya, gondelan seenaknya, ada juga yang gondelan sampai mendekap, semua orang berbeda-beda gondelannya,” pungkas dia

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...