Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Petani Pati Wajib Tahu, Pupuk Subsidi Hanya untuk Sembilan Komoditas Ini

Petani Pati Wajib Tahu Pupuk Subsidi Hanya untuk Sembilan Komoditas Ini

Sebagian Petani Pati sudah mulai panen padi. (MuriaNewsCom/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Pati mengungkapkan hanya sembilan komoditas pertanian yang berhak dapat pupuk subsidi.

Aturan baru ini dimulai sejak 6 Juli 2022 lalu. Regulasi itu berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian.

Sembilan komoditas yang diperbolehkan menggunakan pupuk subsidi itu terbagi tiga sektor. Yakni sektor tanaman pangan, perkebunan dan holtikultura.

”Tanaman pangan itu padi, jagung dan kedelai. Perkebunan itu kopi rakyat, tebu rakyat dan kakau rakyat. Dan holtikultura itu bawang merah, bawang putih dan cabai,” ujar Kepala Seksi Pupuk dan Pestisida Dispertan Kabupaten Pati, Aldoni Nurdiansyah.

Baca: Jelang Musim Tanam, Petani Pati Khawatir Pupuk Subsidi Langka

Selain tanaman itu, petani tidak diperbolehkan menggunakan pupuk bersubsidi. Sebelum adanya peraturan itu, setidaknya ada 75 tanaman secara nasional dan 15 tanaman di Kabupaten Pati yang boleh menggunakan pupuk bersubsidi.

”Ada pembatasan komoditas. Setelah Permentan ini, komoditas yang disubsidi hanya sembilan jenis. Sebelumnya 72 (komoditas) nasional. Kalau di Pati ada kisaran 15 komoditas,” kata Doni.

Berdasarkan surat yang didapatkan pihaknya, kebijakan ini dilakukan pemerintah pusat berdasarkan rekomendasi dari DPR RI dan pertimbangan lainnya.

”Alasan dari pusat hanya untuk pangan pokok dan strategis. Terutama yang memiliki kontribusi inflasi dan menjaga ketahanan pangan nasional,” jelasnya.

Ia memprediksi kebijakan itu membebaskan petani selain sembilan komoditas yang disebutkan. Terutama petani ubi kayu di Kabupaten Pati yang lahannya mencapai 15 ribu hektare.

”Ubi kayu 15 ribu hektare atau sekitar 20 persen dari total lahan pertanian di Pati. Kemungkinan nantinya petani-petani akan bertanya-tanya, kog saya ndak dapat pupuk subsidi,” pungkas dia.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.