Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Jalan Longsor, Warga Sasak Grobogan Terisolasi

Jalan Longsor, Warga Dusun Sasak Grobogan Terisolasi
Kondisi jalan longsor di Dusun Sasak, Desa Ngrandah, Toroh, Grobogan, Jawa Tengah. Pengendara memanfaakan pekarangan rumah warga untuk akses jalan. (Murianews/Saiful Anwar)

MURIANEWS, Grobogan – Jalan satu-satunya menuju Dusun Sasak, Desa Ngrandah, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah longsor. Akibatnya warga di sana terisolasi.

Akses satu-satunya bagi warga Dusun Sasak ke wilayah lain itu longsor kira-kira sepanjang 20 meter. Sebanyak 150 keluarga di tiga RT, yakni RT 1, 2, dan 3 dusun tersebut terisolasi.

Adapun akses menuju RT 1, setelah jembatan, masih bisa dilalui kendaraan roda empat. Namun, untuk menuju RT 2 dan RT 3, sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Dari pantauan Murianews, jalan satu-satunya itu putus sepenuhnya akibat longsor. Pengendara motor pun hanya bisa memanfaatkan pekarangan milik warga dengan lebar sekitar satu setengah meter saja.

Baca: Setahun, Jalan Sedadi-Lajer Grobogan Longsor

Kepala Desa Ngrandah, Sri Untari Handayani mengatakan, longsor tersebut sudah sejak awal 2021 lalu. Pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait sudah tiga kali melakukan perbaikan, namun longsor belum bisa tertangani.

”Sudah tiga kali diperbaiki Provinsi (BBWS), terakhir itu sekitar Februari 2022 kemarin. Tapi longsor lagi, jadinya dusunnya terisolir,” kata Kades, Rabu (20/7/2022).

Dusun Sasak sendiri nyaris dikelilingi Sungai Peganjing, yakni dari sisi barat, timur, dan utara. Sedangkan, di sisi selatannya yakni hutan yang berbatasan dengan Desa Karanganyar, Kecamatan Geyer.

”Di sisi ke Karanganyar hanya jalan setapak. Tidak bisa dilewati kendaraan. Jadi ya memang terisolir,” imbuhnya.

Untari memaparkan, tidak hanya longsoran itu saja yang butuh perbaikan. Jembatan sepanjang 62 meter yang menghubungkan Dusun Sasak dengan dusun lain di Desa Ngrandah juga perlu diperbaiki.

”Itu kan naik turun (bergelombang, red) jembatannya. Tapi kalau dianggarkan dari Dana Desa (DD) jelas tidak sanggup. Saya pernah konsultasi dengan pihak Balai Pengelola Jalan (BPJ) Purwodadi, sampai masa kepemimpinan saya habis juga tidak cukup anggaran desa,” ungkapnya.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.