Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kuota Habis, Grobogan Ajukan 15 Ribu Dosis Vaksin PMK Lagi

Kuota Habis, Grobogan Ajukan 15 Ribu Dosis Vaksin PMK Lagi
Petugas melakukan vaksinasi PMK kepada ternak di salah satu desa di Purwodadi, Grobogan. (Murianews/Istimewa Disnakkan Grobogan)

MURIANEWS, Grobogan – Pemkab Grobogan melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) mengajukan kuota vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tambahan sebanyak 15 ribu dosis.

Itu diungkapkan Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dinas Peternakan dan Perikanan, Andreas Iwan Suseno.

Ia berharap, usulan tersebut bisa segera terealisasi. Tak hanya itu, ia berharap sarana prasana penunjang pelaksanaan vaksinasi juga dilengkapi.

”Minggu depan ada rapat dengan pihak Kementan (Kementerian Pertanian, red). Nanti sekalian kami tanyakan kuotanya dapat berapa,” kata Andre, Jumat (16/7/2022).

Dijelaskan, kuota yang diajukan nanti diperuntukkan ternak yang belum mendapatkan vaksinasi.

Baca: PMK di Grobogan Nyaris Sentuh 2000 Kasus

”Permintaan tahap kedua, tapi bukan untuk ternak yang sama. Nanti untuk ternak yang belum divaksin,” kata dia.

Adapun kuota 5 ribu dosis vaksin sebelumnya telah habis disuntikkan. Pihaknya berharap kuota vaksin yang terealisasi sesuai dengan permintaan yang diajukan. Dengan begitu, seluruh ternak di Grobogan dalam segera mendapatkan vaksin.

Selain vaksin, Disnakkan juga mengajukan permintaan obat-obatan dan vitamin, serta sarana prasarana perlengkapan vaksinasi seperti apron, sarung tangan, masker, thermogun, serta desinfektan.

”Untuk sarpras, kalau mengusahakan sendiri memang tidak cukup. Maka kami ajukan ke provinsi. Semoga nanti datangnya vaksin dan sarprasnya bersamaan,” imbuhnya.

Andre berharap, jatah sarpras yang diajukannya nanti bisa mencukupi hingga akhir tahun. Meski begitu, menurutnya, apabila terjadi lonjakan yang signifikan, sarpas tersebut nantinya tetap akan kurang.

”Harapannya sarpras yang diajukan bisa cukup sampai akhir tahun. Tapi kalau ada lonjakan besar misalnya sehari ada 100 kasus, ya tetap tidak cukup, “ katanya.

Kepala Disnakkan Grobogan Riyanto menambahkan, untuk pengadaan obat-obatan hewan dan lainnya terkait PMK memang harus inden atau memesan terlebih dulu. Sebab, semua daerah juga membutuhkan obat-obatan yang dimaksud.

”Harus inden dulu untuk obat-obatan hewan. Karena semua daerah juga bareng-bareng pengadaan,” tegasnya.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.