Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Petinggi ACT Diduga Cuci Uang Lewat Perusahaan Cangkang

Petinggi ACT Diduga Cuci Uang Lewat Perusahaan Cangkang
Foto: Logo ACT (act.id)

MURIANEWS, Jakarta – Para petinggi lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) diduga melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) melalui sebuah perusahaan cangkang.

Perusahaan cangkang adalah perusahaan yang dibentuk hanya di atas kertas dan tidak memiliki kantor atau pun karyawan. Selain itu, perusahaan cangkang juga tidak menjalankan usaha bisnis tetapi memiliki rekening bank atau investasi pasif.

Oleh ACT, perusahaan cangkang itu diduga untuk menyembunyikan harta para petingginya. Sehingga Bareskrim Polri bergerak untuk menyelidiki adanya dugaan TPPU tersebut.

Baca: Ahyudin Bantah ACT Kucurkan Dana untuk Al-Qaeda

”Adanya dugaan menggunakan perusahaan-perusahaan baru sebagai cangkang dari perusahaan ACT. Ini didalami,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan, dikutip dari Kompas.com, Jumat (15/7/2022).

Whisnu menyatakan, pendalaman soal dugaan TPPU itu didasari dari hasil temuan yang disampaikan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

”Nanti kita ungkap bahwa ada namanya perusahaan-perusahaan yang menjadi cangkang dari perusahaan ACT,” ucap dia.

Baca: Bertambah, PPATK Blokir 300 Rekening yang Dikelola ACT

Selain mendalami dugaan TPPU perusahaan cangkang ACT itu, Bareskrim mendalami soal dugaan penyelewengan dana yang dikelola lembaga filantropis tersebut.

Dalam mendalami kasus ini, polisi juga telah memeriksa 12 saksi, di antaranya Mantan Presiden ACT, Ahyudin dan Presiden ACT Ibnu Khajar.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
SUmber: Kompas.com

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.