Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Modal Janji Palsu, Mantan Direktur PDAM Solo Cabuli Siswi SMK Belasan Kali

Tersangka pelaku pencabulan siswi SMK sekaligus mantan Direktur Teknik PDAM Solo berinisial TAS. (Solopos.com/Kurniawan)

MURIANEWS, Solo — Bermodalkan tipu muslihat dan janji palsu, mantan Direktur Teknik PDAM Solo berinisial TAS diduga mencabuli siswi SMK hingga belasan kali.

Berdasarkan keterangan kepada polisi, total perbuatan tak senonoh itu dilakukan 12 kali dengan kurun waktu lima bulan dalam kurun waktu 3 Desember 2021 hingga 1 April 2022.

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simajuntak mengatakan, kasus tersebut dilaporkan ayah korban yang tidak terima atas tindakan tersangka pada 21 Juni 2022 dengan nomor LP/B/239/VI/2022/SPKT/Polresta Solo.

”Beberapa kali aksi tidak pantas TAS dilakukannya terhadap korban di dalam mobil di wilayah hukum Polresta Solo,” katanya seperti dikutip Solopos.com.

Baca: Tukang Pijat di Salatiga Tega Cabuli Siswi SMP, Dalihnya Biar Pintar

Untuk melancarkan aksi cabul tersebut, tersangka menggunakan tipu muslihat dan bujuk rayu mulai dari menikahi korban hingga . TAS juga memperlihatkan video porno kepada korban sebelum mencabulinya.

Ironisnya, lanjut Ade, aksi bejat tersangka dilakukan dibeberapa tempat berbeda. Beberapa di antaranya di dalam mobil hingga di kolam renang.

”Mobil tersangka yang diduga digunakan tersangka untuk melakukan pencabulan terhadap korban juga sudah disita. Di mobil itu lah, diduga TAS beberapa kali melakukan aksi pencabulan terhadap korban,” ungkapnya.

Sementara barang bukti yang berhasil diamankan polisi yaitu beberapa pakaian dan barang milik korban, pohon bidara, beberapa dokumen elektronik, dan satu mobil. Pohon bidara dipakai untuk melakukan tipu muslihat.

Baca: Diperkosa Sambil Direkam, Oknum Guru SMP di Purbalingga Leluasa Gagahi 7 Muridnya

Sedangkan modus operandi tersangka dengan melakukan tipu muslihat, dengan serangkaian kebohongan, maupun kekerasan, terhadap korban.

”Setidaknya 12 kali perbuatan itu dilakukan tersangka ke korban,” katanya.

Atas tindakannya tersebut, saat ini tersangka diamankan di Mapolresta Solo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.