Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Jokowi Minta Anggaran Subsidi BBM Dikurangi

Jokowi Minta Anggaran Subsidi BBM Dikurangi
Warga membeli BBM di salah satu SPBU di Kabupaten Kudus, Jumat (1/4/2022). (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada semua menterinya untuk mengurangi anggaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Pengurangan itu akan dialihkan untuk pengembangan kendaraan listrik.

Pernyataan Jokowi ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam peluncuran Grab Elektrik, Selasa (12/7/2022).

”Kami diperintahkan presiden menghitung semua yang bisa kita kurangi dari penggunaan-penggunaan bensin itu,” ujar Luhut, dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (12/7/2022).

Baca: Pengumuman! Pertamina Naikkan BBM dan Elpiji Nonsubsidi 

Luhut mengatakan, pengalihan subsidi untuk pengembangan kendaraan listrik itu adalah dalam rangka mengurangi emisi karbon.

”Tujuannya untuk mencapai komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi karbon hingga 29 persen pada 2023 nanti dan mencapai net zero emission atau netral karbon pada 2060 mendatang,” imbuh Luhut.

Dia Menjelaskan, saat ini pemerintah memperkirakan besaran subsidi BBM untuk mobil sebesar Rp19,2 juta per tahun per mobil. Kemudian, untuk motor besaran subsidi diperkirakan sebesar Rp3,7 juta per motor per tahun.

Baca: Beli BBM Bersubsidi Pakai Aplikasi, Waspada Aplikasi MyPertamina Palsu

Ini merupakan biaya yang nantinya akan dihitung ulang dan dikurangi. Koordinasi dengan PT Pertamina terus dilakukan agar BBM subsidi ini betul-betul hanya dinikmati oleh yang berhak.

”Jadi bayangin kalau ada motor sekarang 136 juta unit, ya hitung saja subsidinya berapa,” jelasnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: CNNIndonesia.com

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.