Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ini Tips Pilih Pesantren yang Penting Diketahui, Jangan Melihat dari Gedungnya Saja

Ini Tips Pilih Pesantren yang Penting Diketahui, Jangan Melihat dari Gedungnya Saja
Foto: Ilustrasi belajar di pesantren (MATAQ Darul Ulum dari Pixabay)

MURIANEWS, Kudus – Banyak orang tua yang berkeinginan untuk mendidik anaknya ke pondok pesantren. Namun, di antara mereka ini ada yang tidak mengetahui dengan baik informasi terkait dengan pesantren yang kredibel.

Sebagian orang tua menilai kualitas pesantren dari sisi luar atau yang bisa dilihat dengan mata. Misalnya, bangunan gedungnya yang megah, fasilitasnya yang lengkap atau lahannya yang sangat luas.

Nah, agar bisa memilih pesantren yang tepat buat anaknya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua. Berikut adalah tips memilih pesantren, seperti dilansir dari laman NU Online Jombang.

Baca juga: KH Zulfa Mustofa: Perdalam Agama Ya di Pesantren, Bukan Youtube

Terkait hal ini, Ketua Pengurus Cabang (PC) Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur, H AR Jauharuddin Alfatich membagikan tips memilih pesantren bagi orang tua yang hendak memondokkan anaknya.

Kiai yang kerap disapa Gus Rudin ini menjelaskan, patokan dalam memilih pesantren tidak semata dilihat dari lahirnya (dzahirnya), seperti gedung yang megah. Ia tak menampik, sekarang ini banyak pesantren baru yang berdiri dengan fasilitas gedung yang memukau, tapi saat ditelisik siapa pendirinya kerap ditemui bukan dari kalangan kiai lulusan pesantren.

Bahkan, lanjutnya, sanad keilmuan dari pendirinya tidak jelas, tidak pernah mempelajari ilmu agama kepada ulama alim. Hal ini menurutnya tidak bisa dijadikan tolok ukur bagi orang tua untuk menitipkan anaknya di pesantren.

”Bukan yang baru berdiri dengan bangunan yang sangat mempesona, dan infrastruktur yang hebat namun belum diketahui secara jelas asal-usul pimpinannya atau sanad keilmuannya,” jelasnya, Jumat (8/7/2022).

Gus Rudin menyampaikan ini setelah peristiwa dugaan pencabulan yang dilakukan oleh MSAT kepada lima santrinya sendiri. Yang bersangkutan merupakan anak kiai yang cukup disegani.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ghozali Bahrul Ulum Tambakberas ini meminta kepada para orang agar selektif dalam memondokkan anaknya. Pemahaman masyarakat terhadap keberadaan pesantren memang beragam, tidak semua tahu tentang seluk-beluk pesantren, apalagi terhadap ideologi yang diajarkan pesantren kepada para santrinya.

Untuk itu, bagi masyarakat awam, tips yang mudah memilih pesantren adalah menunjuk pondok arus utama. Kalau tidak demikian, bisa memilih pondok yang menjadi cabang dari pesantren arus utama itu.

”Katakanlah Pesantren Tambakberas beserta cabang-cabangnya atau yang terafiliasi dengan Tambakberas, Tebuireng dengan cabang-cabangnya. Barangkali itu cukup untuk menggaransi bahwa sanad keilmuan di pesantren ini jelas, dan juga sebagai poin penting pesantren yang punya sejarah panjang,” urainya.

Di Jombang misalnya, ada empat pesantren yang bisa jadi pilihan utama para orang tua. Yakni Tambakberas, Tebuireng, Darul Ulum Peterongan, dan Denanyar. Keempat pondok ini merupakan pesantren yang bisa disebut sebagai arus utama.

”Saya pikir itu bisa menjadi patokan warga masyarakat luas mengenai informasi kepesantrenan cukup merujuk empat itu,” terang Gus Rudin.

Pesantren adalah basis moral masyarakat, dan ekspektasi masyarakat luas terhadap pesantren itu kian tinggi. ”Maka sudah semestinya segenap stakeholder dan semua yang berada di naungan pesantren untuk bersama-sama menjaga akhlak dan moralitasnya,” pungkasnya.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: jombang.nu.or.id

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.