Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kudus Minta Tambahan Jatah Vaksin PMK

Petugas tengah mengecek vaksin PMK yang akan digunakan untuk vaksinasi ternak Kamis besok. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, kembali mengajukan tambahan alokasi vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) pada pemerintah pusat. Walau begitu, belum ada kabar lanjutan terkait pengajuan alokasi tersebut.

Pemkab sebelumnya menerima alokasi vaksin sebanyak 500 dosis di akhir bulan lalu dan telah disuntikkan pada 491 sapi yang sehat dan muda di Kabupaten Kudus.

”Setelah ini kan habis, kami sudah mengajukan alokasi kembali ke pemerintah pusat, tapi belum tahu kapan akan di-dropping kembali,” kata Subkoordinator Produksi dan Kesehatan Hewan Dispertan Kudus Sidi Pramono, Senin (11/7/2022).

Dia menyebut, untuk kebutuhan vaksin PMK bagi ternak di Kabupaten Kudus memang cukup banyak. Sehingga kemungkinan pada dropping kedua nanti, jumlah vaksin yang diterima akan lebih banyak dibanding dropping pertama.

”Harapannya memang lebih banyak, tapi kita tunggu saja nanti karena alokasinya kan didropping dari pemerintah pusat ke pemerintah provinsi, kemudian di provinsi nanti dibagi sesuai kebutuhan dan tingkat penyebaran virusnya,” pungkas dia.

Baca: Pemkab Kudus Klaim Hewan Kurban di Kudus Bebas PMK

Bupati Kudus HM Hartopo pun berharap dimulainya vaksinasi ini bisa mengurangi penyebaran virus kawakan tersebut.  Apalagi vaksinasi kini tengah digencarkan.

”Kemarin kami sudah suruh dinas untuk meminta tambahan alokasi vaksin, semoga diberi lebih banyak dari kemarin,” kata dia.

Hartopo mengatakan, manfaat dari vaksin sendiri adalah untuk meningkatkan antibody dari para hewan ternak. Sehingga hewan tersebut tidak mudah terserang PMK.

Masing-masing sapi, rencananya akan menerima tiga kali suntikan vaksin dengan jumlah dosis per suntikannya sebanyak 2 ml.

Suntikan pertama ke kedua punya jeda empat pekan dan suntikan kedua ke suntikan ketiga punya jeda selama enam bulan. ”Ya semoga pas suntikan kedua virusnya sudah tidak ada lagi,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.