Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Belum Ditemukan Cacing Hati Pada Hewan Kurban di Kudus

Pengecekan cacing hati yang dilakukan petugas Dispertan Kudus. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengklaim belum ada temuan cacing hati pada ternak yang disembelih untuk kurban di Kota Kretek.

Dispertan tengah melakukan pemantauan di sejumlah masjid di sembilan kecamatan Kabupaten Kudus. Terbaru, Dispertan melakukan pantauan di Masjid Agung Kudus, Senin (11/7/2022).

”Sejak kemarin kami mulai monitoring di sejumlah masjid. Hasilnya masih nihil dan belum ada temuan, termasuk di Masjid Agung Kudus pagi ini,” kata Subkoordinator Produksi dan Kesehatan Hewan Dispertan Kudus Sidi Pramon di sela pengecekan.

Dia menambahkan, pengecekan cacing hati pada hewan tenak di Kabupaten Kudus akan berlangsung hingga Selasa (12/7/2022) besok di Masjid Menara Kudus.

”Untuk masjid memang kami sampling, cuma ternak di masjidnya kami lakukan pengecekan semua, hasilnya sampai saat ini belum ada,” ujarnya.

Dispertan mengakui tidak bisa memantau semua penyembelihan kurban di semua masjid di Kabupaten Kudus.

Baca: Kerbau yang Lepas Ketika Hendak Disembelih di Kudus Ditembak Polisi

Oleh karenanya, dia menganjurkan bila ditemukan cacing hati pada hati sapi atau ternak lainnya, maka disarankan untuk dibuang bagian hati yang terkena cacing saja.

”Begitu pula kalau ditemukan rumahnya, sebaiknya bagian itu dibuang saja karena memang tidak layak dikonsumsi,” tandasnya.

Baca: Hendak Disembelih, Kerbau Kapolres Kudus Sempat Ngamuk

Sebagai informasi, cacing hati yang menginfeksi hewan ternak akan membentuk tonjolan berwarna putih atau merah pada hati hewan ternak.

Cacing hati sendiri, memiliki nama latin Fasciola Hepatica. Cacing ini merupakan anggota dari Trematoda (Platyhelminthes). Cacing hati mempunyai ukuran panjang 2,5-3 cm dan lebar 1-1,5 cm.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.