Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

PMK di Pati Tembus 3141, 40 persen Sudah Sembuh

PMK di Pati Tembus 3141, 40 persen Sudah Sembuh
Hewan ternak dijajakan di Pasar Hewan Wagenan, Margorejo, Pati. (Murianews/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Jumlah ternak yang terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Pati mencapai 3141 ekor. Sekitar 40 persen dari jumlah itu, yakni 1153 ekor di antaranya sudah sembuh.

Dari jumlah itu juga, 50 ekor ternak mati karena terinfeksi PMK. Kebanyakan hewan yang mati merupakan hewan yang masih anakan

Ini berdasarkan data Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Pati hingga Jumat (8/7/2022) kemarin.

Baca: Ada PMK, Penjualan Sapi di Pati Tetap Laris Manis

”Persentase sembuhnya kisaran 40 persen. Total ternak yang sakit 3.141, yang sembuh 1.153 hewan. Kami saat ini sedang melakukan perawatan ternak yang terkena PMK,” ujar Kepala Dispertan Kabupaten Pati Nikentri Meiningrum.

Ia mengungkapkan, hewan-hewan ternak itu, mempunyai luka di kaki dan mulut. Selain itu, hewan ternak yang terindikasi juga mengalami demam.

Para peternak mendapat hewan ini dari luar kota. Yakni dari Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Pihaknya pun meminta peternak untuk mengisolasi hewan ternak yang terindikasi PMK di kandang.

”Penyakit ini baru terlihat gejalanya setelah empat hari. Biasanya, di pasar atau saat transaksi tak ketahuan sakit PMK. Kemudian sampai rumah baru muncul gejalanya. Pedagang ini mobilitasnya memang tinggi. Jadi kami kualahan,” terang wanita yang akrab disapa Niken ini.

Meskipun banyak hewan ternak yang terindikasi PMK, Niken mengimbau kepada para pedagang maupun peternak Pati untuk tidak panik. Pasalnya, PMK mudah disembuhkan. Daging hewan yang terindikasi PMK juga boleh dimakan.

”Daging hewan ternak yang terkena PMK boleh dimakan. Tapi harus dimasak yang benar. Dibersihkan hingga dimasak yang matang daginggnya. Jadi PMK ini hanya menular pada hewan ternak berkuku belah,” pungkas dia.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.