Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Salat Iduladha Muhammadiyah Pati, Khatib: Nabi Ibrahim Teladan dalam Berumahtangga

Salat Iduladha Muhammadiyah Pati, Khatib: Nabi Ibrahim Teladan dalam Berumahtangga
Suasana Salat Iduladha di halaman Stadion Joyokusumo, Pati. (Murianews/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Warga Muhammadiyah Kabupaten Pati melaksanakan Salat Iduladha, Sabtu (9/7/2022). Pelaksanaannya digelar di Lapangan Basket dan Halaman Stadion Joyokusumo dan 14 titik lainnya.

Dalam pelaksanaan di Stadion Joyokusumo, Khatib Salat Iduladha, Ustaz H Hamxah Fajri Hatami membagikan tips keluarga sejahtera seperti keluarga Nabi Ibrahim. Menurutnya, tips ini penting mengigat masyarakat tidak akan sejahtera bila dalam keluarga tidak terbina dengan baik.

”Kisah Nabi Ibrahim inilah, Allah menunjukkan kepada kita sebagai mana pentingnya keluarga. Masyarakat tidak sejahtera bila gagal membangun keluarga,” tutur dia.

Baca: Ribuan Warga Muhammadiyah Pati Salat Iduladha di Stadion Joyokusumo

Ustaz Hamzah mengatakan kesalehan Nabi Ismail AS merupakan didikan dan sikap Nabi Ibrahim AS sebagai orang tuanya. Salah satu Rasul Ulul Azmi ini mendidik Ismail dengan keteladanan, kebaikan dan kesalehan. Contoh keteladanan inilah yang membuat Nabi Ismail menjadi saleh.

”Untuk mendapat anak yang saleh harus menjadi orang yang saleh. Sebagai teladan. Karena beliau (Nabi Ibrahim) mendidik dirinya menjadi orang yang saleh, maka anaknya menjadi saleh. Pendidikan keluarga adalah gambaran pendidikan diri kita sendiri,” tutur Sang Khotib.

Dia melanjutkan, cita-cita dan doa juga menjadi kunci Nabi Ibrahim dikaruniai anak-anak dan keturunan yang saleh dan berkualitas. Doa ini diabadikan dalam QS As-Saffat ayat 100 yang bunyinya:

رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ

Artinya: ”Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh.”

Selain itu, Ustaz H Hamzah, juga mengatakan kunci terbina keluarga dan generasi yang baik adalah dengan memberikan nafkah yang baik dan halal. Menurutnya, nafkah yang masuk ke dalam tubuh akan memengaruhi tumbuh kembang anak.

”Kita konsisten mencari rizki yang halal. Karena itu berpengaruh dengan tumbuh kembang mereka. Nafkah akan tumbuh menjadi daging. Dan tidak masuk surga daging yang tumbuh dari nafkah yang haram,” kata dia.

Ia juga mengatakan, orang tua diharapkan tidak egois kepada anak. Menurutnya tingginya angka perceraian cerminan egoisnya orang tua.

”Terus belajar menjadi orang tua yang saleh dengan meneladani Nabi, Rasul dan para sahabat. Jangan egois memikirkan diri sendiri,” tandas dia.

 

Reporter: Umar Hanafi

Editor: Zulkifli Fahmi

 

 

 

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.