Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

18 Persen IKM Garam Pati Produksinya Belum Standar

18 Persen IKM Garam Pati Produksinya Belum Standar
Workshop Pemenuhan Garam Konsumsi pada Industri Garam di Kabupaten Pati. (Murianews/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Sebanyak 18 persen Industri Kecil Menengah (IKM) Garam di Kabupaten Pati belum memenuhi standar produksi garam konsumsi. Di Pati sendiri ada 92 IKM Garam.

Ini diungkapkan Ketua Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Provinsi Jawa Tengah Abdun Mufid. Garam-garam itu dinyatakan belum standar lantaran kadar yodium di dalamnya belum mencapai 30 parts per million (ppm).

”Itu data 2022. Di 2021 malah lebih ekstrem. Berdasarkan pengujian dari BPOM sebanyak 50 persen IKM garam belum memenuhi standar karena kandungan yodiumnya kurang dari ketentuan yakni kurang dari 30 ppm,” ujar dia kepada Murianews, Kamis (7/7/2022).

Baca: Produksi Garam Pati Diprediksi Turun, Ini Sebabnya

Beberapa di antaranya, lanjut dia, sudah memiliki izin-izin. Maka dari itu pihaknya melakukan penijauan kembali izin-izin IKM Garam itu.

Ia pun berharap produksi IKM Garam di Kabupaten Pati sesuai dengan standar yang ada. Jika produksinya jelek, khususnya yodium tidak mencukupi, maka akan mempengaruhi kualitas garam di pasaran.

”Sebab yodium sangat penting dalam waktu-waktu tertentu. Jika kekurangan dampak yang kelihatan seperti gondok, hingga tidak berkembangnya otak secara maksimal,” imbuhnya.

Lebih lanjut, pihaknya berharap ada komitmen dari para pelaku IKM garam konsumsi untuk sama-sama melakukan produksi sesuai standar yang ada.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Garam Konsumsi Beryodium (Aprogakobs) Kabupaten Pati, Budi Satriono mengungkapkan, pihaknya berkomitmen untuk memenuhi standar produksi garam konsumsi beryodium.

Pihaknya juga meminta dukungan penuh dari pemerintah dalam hal pengawasan agar tidak ada produsen nakal. Sebab hal tersebut juga merugikan pihaknya.

”Produsen yang nakal juga merugikan kami. Secara coast produksi tentu mereka lebih hemat dan bisa menjual dengan harga di bawah produsen yang sudah sesuai standar. Kami semua berkomitmen untuk menjaga kualitas produksi agar sesuai standar namun pemerintah harus ketat dalam hal pengawasan peredaran di lapangan,” tandas dia.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...