Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ada PMK, Penjualan Sapi di Pati Tetap Laris Manis

Wabah PMK Harga Sapi di Pati Naik

Suasana penjualan sapi di Pasar Hewan Wagenan, Margorejo, Pati. (Murianews/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) tak membuat pasar penjualan sapi di Kabupaten Pati lesu. Penjualan sapi disana justru laris manis. Padahal, ada harganya mengalami kenaikan.

Salah satu pedagang sapi, Pariman mengatakan, saat ini harga pasaran sapi di Kabupaten Pati berkisar Rp 20 juta hingga Rp 40 jutaan per ekor. Harga itu untuk sapi dengan bobot mulai 5 kuintal hingga 9 kuintal.

”Naiknya Rp 2 jutaan sampai Rp 2,5 jutaan. Dari harga Rp 20 juta sampai harga Rp 40 juta. Tahun kemarin harga Rp 18 juta masih ada. Sekarang ndak ada minimal Rp 20 juta,” ujar Pariman saat ditemui di Pasar Hewan Wagenan, Kecamatan Margorejo, Kamis (7/7/2022).

Kenaikan juga dirasakan salah satu pembeli, Sodikin. Pembeli asal Kabupaten Demak ini menilai kenaikan dikarenakan ketersediaan sapi di pasaran tidak sebesar tahun lalu. Ini membuat ia harus rela mencari sapi sampai di Kabupaten Pati.

”Saya mencari 7 ekor. Di Demak ada, tapi langka. Baru tahun ini mencari di Pati. Pasar hewan tutup semua. Biasanya saya cari sapi di Pasar Hewan Mayong (Jepara). Tapi karena tutup, jadi cari di sini,” kata pria yang akrab disapa Dikin ini.

Meskipun mengalami kenaikan penjualan sapi tidak mengalami penurunan. Pariman mengungkapkan, dagangannya selalu ludes terjual meskipun harga sapi naik.

”Hari ini sapi yang saya bawa tujuh ekor ke Pasar Wagenan, habis semua. Kemarin, di Pasar Hewan Winong Kidul juga habis. Kemarin saya bawa 20-an sapi malahan. Habis itu,” tutur Pariman.

Ia mengatakan menjelang Hari Raya Kurban penjualan sapi memang tinggi. Meskipun ada wabah PMK, penjualan tidak mengalami penurunan.

”Setiap mau Kurban memang tinggi. Penjualan sama seperti tahun-tahun lalu. Cuma harganya yang naik,” tandas dia.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.