Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

ACT Pati Raya Hentikan Penggalangan Dana

ACT Pati Raya Hentikan Penggalangan Dana
Suasana Kantor ACT Pati Raya. (Murianews/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) Pati Raya mengaku sudah tak lagi melakukan aktivitas penggalangan dana. Namun, pihaknya masih menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat.

Itu diungkapkan Marketing Communication ACT Pati Raya, Rizky Risdya. Meski begitu, ia tak menjelaskan detail perihal itu.

”Kami tidak melakukan penggalangan dana. Tapi, masih menyalurkan bantuan kemanusiaan,” katanya, kepada Murianews, Rabu (6/7/2022) petang.

Baca: Izin Dicabut, ACT Pati Raya Masih Beroperasi

Sebelumnya dikabarkan, Kementerian Sosial (Kemensos) mencabut izin pengumpulan uang dan barang (PUB) Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Selasa (5/7/2022) kemarin.

Ini setelah lembaga filantropi ini diguncang kabar yang tak sedap. Diduga ada penyelewengan dana umat oleh petingginya. Dikabarkan, gaji para petinggi fantastis mencapai Rp 50 juta hingga Rp 250 juta per bulan.

Bahkan dalam laporan khusus yang diterbitkan majalah Tempo, mantan Presiden ACT Ahyudin disebut sempat mentransfer dana sejumlah Rp 11 miliar ke adiknya, Rosman.

Dana oprasional lembaga ini pun dinilai tak wajar. Wajarnya lembaga pengumpul dana umat maksimal memotong 12,5 persen dari dana yang terkumpul. Namun, ACT mencapai 13,7 persen atau Rp 71 miliar. Dana ini untuk gaji dan dana oprasional lainnya selama satu bulan.

Meskipun banyak kabar yang miring, ACT Pati Raya masih berjalan seperti semula. Pihaknya tetap akan menyalurkan bantuan dan daging hewan kurban pada Hari Raya Iduladha nanti.

”Kantor masih buka. Jam 08.00 WIB sampai jam 17.00 WIB. Kegiatan masih berjalan. Penyaluran bantuan masih. Daging hewan kurban akan kita salurkan,” kata Rizky saat ditemui di kantornya, Jalan Setiabudi, Pati, Jawa Tengah, Rabu (6/7/2022) siang.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...