Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Siswa SMK di Kudus Ini Diajari Cara Bikin Panel Surya

Siswa SMK di Kudus Ini Diajari Cara Bikin Panel Surya
Foto: Guru jurusan teknik instalasi tenaga listrik SMK NU Ma’arif Kudus, Sumarno menunjukkan panel surya berukuran kecil yang digunakan untuk alat pembelajaran. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Siswa SMK NU Ma’arif Kudus, Jawa Tengah dilatih membuat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Pelajaran membuat panel surya ternyata sudah diajarkan di SMK ini sejak dua tahun silam.

Mata pelajaran instalasi tenaga listrik sudah ada sejak 2020 silam. Mata pelajaran ini mengajarkan siswa untuk merangkai PLTS. Pelajaran instalasi tenaga listrik ini sudah diajarkan sejak di kelas 10 SMK.

Sumarno, guru jurusan teknik instalasi tenaga listrik SMK NU Ma’arif Kudus menjelaskan, PLTS yakni mengubah cahaya matahari menjadi tenaga listrik.

Baca juga: Booster Jadi Syarat Perjalanan, Pekmab Kudus Kembali Terjunkan Tim Vaksinasi

”Siswa-siswi di sini kami ajari untuk membuat PLTS. Dimulai dari pengenalan komponennya, kemudian cara merakitnya, hingga perawatan PLTS,” katanya, Rabu (6/7/2022).

Menurut Sumarno, Pembangkit Listrik Tenaga Surya merupakan solusi utama pengganti energi. Dia berpendapat, seiring berjalannya waktu energi fosil seperti batu bara, gas alam, dan minyak bumi dapat habis.

”Kalau PLTS menggunakan energi terbarukan. Dalam hal ini selagi masih ada matahari, energi yang dihasilkan tidak akan pernah habis. Selain itu PLTS lebih ramah lingkungan,” sambungnya.

Dia melanjutkan, sejauh ini antusiasme siswa untuk mengikuti pembelajaran pembuatan rangkaian PLTS sangat baik. Menurutnya, siswa sudah mampu mengaplikasikan setiap materi yang dijelaskannya.

Di tiap-tiap mata pelajaran instalasi tenaga listrik ini per rombongan belajar (rombel) diikuti 33 siswa. Sejauh ini terdapat enam rombel.

”Anak-anak jurusan listrik ini total ada enam rombel. Kelas sepuluh sampai duabelas masing-masing ada dua rombel. Satu rombel ada 33 orang,” imbuhnya.

 

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Dani Agus

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.