Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Mulai 11 Juli, PTM di Boyolali Digelar 100 Persen

Siswa SMK Negeri 1 Banyudono mengikuti ANBK yang bersamaan dengan jadwal simulasi PTM, Senin (20/9/2021). (Solopos.com)

MURIANEWS, Boyolali – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali berencana melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen. Sesuai dengan jadwal yang ada, PTM tersebut akan mulai digelar per Senin (11/7/2022).

Sekda Boyolali, Masruri mengatakan, PTM 100 persen tersebut akan dimulai pada tahun ajaran 2022/2023. Sementara sekolah yang dibidik secara keseluruhan mulai dari tingkat PAUD hingga SMP.

”Ini masih libur, nanti tahun ajaran baru, pada saat masuk pertama sudah offline 100 persen. Jamnya juga sudah full,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Senin (4/7/2022).

Atas rencana tersebut, pihaknya meminta kepala sekolah dan guru untuk memberikan contoh kepada murid-murid dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).

”Untuk capaian vaksinasi sampai dosis kedua sudah hampir 100 persen, untuk booster saya belum dapat datanya,” kata dia.

Senada dengan Masruri, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali, Darmanto, juga mengungkapkan PTM 100 persen akan dimulai pada tahun ajaran baru 2022/2023.

Ia mengungkapkan PTM 100 persen tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri Nomor 408 Tahun 2022 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi.

”Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan tentang capaian vaksinasi untuk berbagai kelompok, tenaga pendidik dan kependidikan, maupun siswa-siswi. Intinya kami sampaikan pada Bupati bahwa kita memenuhi syarat,” ujar Darmanto.

Darmanto juga mengungkapkan telah menyosialisasikan kebijakan PTM 100 persen kepada tenaga pendidik berbarengan dengan workshop implementasi kurikulum merdeka (IKM).

Ia mengungkapkan seluruh sekolah di Boyolali yang terdiri dari 550-an PAUD formal, 150-an kelompok bermain, 581 SD, dan 98 SMP siap menyelenggarakan PTM 100 persen.

”Untuk SOP (Standar Operasional Prosedur) baru saya proses. Namun, yang pasti poinnya karena kita masih posisi pandemi, maka tidak ada pilihan lain bahwa PTM 100 persen tetap dengan protokol kesehatan,” kata dia.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...