Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Jumlah Ternak Mati Karena PMK di Grobogan Melesat

Jumlah Ternak Mati Karena PMK di Grobogan Melesat
Disnakkan Grobogan saat mengawasi lalu lintas ternak di salah satu pasar, sebelum ada kasus PMK. (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Grobogan – Jumlah ternak mati karena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) melesat. Itu menyusul adanya sapi mati karena PMK di Desa Jambangan, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Data terakhir pada Senin (4/7/2022), total ternak mati karena PMK sebanyak 45 ekor. Dari jumlah itu, sumbangan terbanyak dari Desa Jambangan sebanyak 39 ekor.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Grobogan Riyanto mengatakan, kini hampir semua ternak di Desa Jambangan terpapar PMK.

Baca: PMK, Penyebab 30an Sapi Mati di Grobogan

Diperkirakan, ada lebih dari seribu ternak yang terpapar PMK. Lonjakan itu akibat penanganan yang terlambat. Disnakkan pun mengupayakan menekan penularannya.

”Sudah seribuan lebih yang kena. Saya yakin dalam sehari dua hari ke depan pasti ada yang mati lagi. Karena, kondisinya sudah parah sejak kemarin-kemarin,” kata Riyanto, Selasa (5/7/2022).

Pihaknya sendiri sudah menyambangi Desa Jambangan. Ia pun berpesan pada peternak, petugas Disnakkan dan jajaran agar dilakukan upaya memutus rantai penularan.

”Sudah disampaikan langsung ke balai desa. Kami minta untuk rutin dilakukan penyemprotan. Sudah kami tinggali desinfektan di sana juga,” imbuhnya.

Peternak juga diminta tidak membeli ternak baru maupun menjual ternakknya untuk sementara waktu. Kemudian, saat ada sapi mati, warga diminta berhati-hati agar tidak menjadi media penularan bagi ternaknya masing-masing.

”Sudah disarankan, kalau ada (sapi, red) yang sakit jangan dikumpulkan yang sehat. Kalau (ternak, red) tetangga ada yang sakit sampai mati, jangan ditonton. Nanti kalau ada yang sakit lagi, lapornya ke petugas yang kompeten,” papar Riyanto.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...