Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

ACT Pati Raya Tak Tahu Program Pembangunan Sekolah Korban Lion Air

ACT Pati Raya Tak Tahu Program Pembangunan Sekolah Korban Lion Air
Marketing Communication ACT Pati Raya, Rizky Risdya. (Murianews/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Kantor Aksi Cepat Tanggap (ACT) cabang Pati Raya tak mengetahui adanya program pembangunan sekolah ACT kompensasi korban kecelakaan pesawat Lion Air.

Sengkarut itu terungkap dalam laporan majalah Tempo yang terbit Minggu (2/7/2022). Dalam laporan itu, Tempo menyebut ACT punya tanggungan besar pembangunan 91 sekolah sumbangan keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air.

Menurut Marketing Komunikasi ACT Pati Raya, Rizdy Risdya, itu merupakan program dari ACT pusat. Sebab, ACT Pati Raya baru berdiri Januari 2021 lalu.

Baca: Gaji Petinggi ACT Hingga Ratusan Juta, Ini Pengakuannya

”Untuk bantuan Lion Air tidak ada di sini. Kami juga kurang paham terkait hal ini. Yang mengurus pusat. Kami baru (operasional) Januari 2021,” ujar Rizky saat ditemui di kantornya, Selasa (5/7/2022).

Diberitakan sebelumnya, di Kabupaten Pati ada empat korban kecelakaan pesawat Lion Air. Mereka yakni, Nicko Yogha Marenta Utama, Yunipa Sapitri, Pangky Pradana Sukandar, dan Putri Yuniarsi.

Baca: Geger ACT, Keluarga Korban Lion Air Pati: Tak Pernah ke Sini

Ayah salah satu Nicko Yogha, Tarnadi (60) juga tak mengetahui program pembangunan sekolah ACT itu. Ia pun tak pernah dapat kabar terkait program tersebut.

”Tidak pernah ada kabar terkait itu. Kami belum dapat informasi itu. Kalau saya dari ayahnya. Yang tahu (mungkin) istrinya. ACT tidak pernah ke sini. Istrinya di Depok. Asli Juwana,” kata warga Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Pati, saat ditemui Murianews di rumahnya, Senin (4/7/2022).

Polemik dugaan penyelewengan dana kemanusiaan itu diungkap dalam laporan majalah Tempo. Dalam laporannya, program pembangunan sekolah itu terhenti padahal ACT sudah dapat aliran dana dari Boeing, perusahaan pesawat asal Amerika Serikat.

Jumlahnya pun tak main-main, yakni Rp 135 miliar. Disebutkan, dana itu untuk pembangunan 91 sekolah ACT yang merupakan kompensasi korban kecelakaan pesawat Lion Air, 2018 lalu.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...