Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Diskominfo Kudus Masih Tunggu Ketentuan Kuota Penerima Set Top Box

Diskominfo Kudus Masih Tunggu Ketentuan Kuota Penerima Set Top Box

Foto: STB yang dijual di salah satu toko di Kudus (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kudus, Jawa Tengah saat ini masih menunggu informasi penerima set top box (STB) bagi masyarakat. Sebab, hingga saat ini, informasi jumlah kuota penerima STB belum dijelaskan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia.

Diketahui, siaran TV analog bakal dihentikan tahun ini. Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memulai program migrasi siaran televisi analog ke digital.

Dari jadwal yang sudah beredar, siaran televisi analog di Kudus bakal berhenti pada 25 Agustus 2022. Hal ini bersamaan dengan daerah lain seperti Boyolali, Sragen, Grobogan, Demak, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, dan Kota Semarang.

Baca juga: Soal STB TV Digital Gratis, Warga Kudus Diminta Sabar

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfo Kudus Dwi Yusie Sasepti mengatakan, pihaknya masih menunggu kuota yang diberikan dari Kominfo. Saat ini dia belum mendapatkan data tersebut.

”Kami belum menerima ketentuan kuota jumlahnya. Tetapi kami terus berkolaborasi dengan Dukcapil Kudus, Dinas PMD Kudus (Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, red) dan Dinas Sosial Kudus,” katanya, Selasa (5/7/2022).

Menurut Yusie saat ini data-data warga calon penerima STB sudah ada di Dukcapil Kudus. Data tersebut terkumpul sejak tiga hari yang lalu dari Kementerian Dalam Negeri. Tetapi pihaknya belum melakukan verifikasi.

”Untuk saat ini kami juga belum melakukan tahapan verifikasi terkait siapa saja yang layak menerima STB ini. Kemudian orangnya yang menerima itu saat ini masih hidup atau sudah meninggal,” sambungnya.

Menurutnya, ada beberapa kriteria penerima STB. Di antaranya merupakan warga miskin yang tercatat di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

”Jadi progres kami itu baru mendapatkan data-data warga. Tetapi belum kami verifikasi. Selain itu kuota penerimanya kami juga masih menunggu Kominfo,” ujarnya.

Yusie menyampaikan, bantuan STB itu diperuntukkan bagi warga kurang mampu. Dia mengimbau warga yang mampu untuk membeli STB pribadi.

”Silahkan bagi warga di Kudus yang mampu untuk membeli STB sendiri,” imbuhnya.

 

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Dani Agus

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.