Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Dua Orang Diseret dari Makam Ki Ageng Selo Grobogan, Kapolsek: Masalah Lama

Dua Orang Diseret dari Makam Ki Ageng Selo Grobogan, Kapolsek: Masalah Lama
Tangkapan layar video viral orang diseret dari Makam Ki Ageng Selo, Tawangharjo, Grobogan, Jawa Tengah. (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Grobogan – Sebuah video memperlihatkan dua orang diseret beberapa warga keluar dari Makam Ki Ageng Selo, Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Video berdurasi 3,18 menit itu diunggah akun YouTube Al Yahya Nusantara. Dalam unggahannya, pemilik akun memberinya judul Viral Juru Kunci Makam Ki Ageng Selo Diseret Oknum Preman.

Kapolsek Tawangharjo, AKP Abbas membenarkan adanya peristiwa itu. Pada Murianews, Abbas menjelaskan, peristiwa itu terjadi Kamis (30/6/2022) lalu.

Baca: Viral! Dua Orang Diseret Paksa dari Makam Ki Ageng Selo Grobogan

Ia mengungkapkan, sumber masalah dua orang diseret itu adalah konflik lama kakak beradik yang jadi Juru Kunci Makam Ki Ageng Selo.

”Itu sudah hari Kamis (30/6/2022) kemarin. Masalahnya kotak amal, antara adik dan kakak sendiri. Mereka datang ke Polsek (Tawangharjo, red). Mungkin pembagiannya kurang pas atau bagaimana,” papar Kapolsek, Senin (4/7/2022).

AKP Abas menambahkan, permasalahan tersebut telah selesai setelah dibawa ke Polsek yang dipimpinnya. Keduanya sudah menandatangani surat perjanjian tidak akan mengulangi lagi.

”Dimediasi dan sudah berdamai. Ujung-ujungnya masalahnya duit,” katanya.

Baca: Dua Orang yang Diseret dari Makam Ki Ageng Selo Grobogan Ternyata…

Sementara itu, Juru Kunci Makam Ki Ageng Selo, Abdul Rochim. Ia pun membenarkan peristiwa yang beredar di dunia maya tersebut.

Abdul Rochim menjelaskan, dua orang yang diseret adalah kakak dan adiknya. Dia menduga, kedua saudaranya itu terhasut oleh oknum warga untuk menguasai masjid dan makam Ki Ageng Selo, termasuk uang dalam kotak amalnya.

”Jadi bikin buku tamu (masuk makam, red), kemudian uangnya tidak dimasukkan kotak amal, tapi dikantongi sendiri. Kemudian, dari Karaton Surakarta tahu. Langsung prajurit yang berpakaian preman ke sini, diseret (dua orang itu, red) dibawa ke Polsek,” kata dia.

Abdul Rochim mengatakan, sekitar September-Desember 2021 lalu, uang kotak amal Makam Ki Ageng Selo sempat dikuasai oleh kakak dan adiknya itu.

Kejadian itu pun didengar pihak Keraton Surakarta. Pihak Keraton Surakarta kemudian menegur keduanya dan masalah diselesaikan dengan damai. Namun, peristiwa serupa kembali terjadi.

”Akhirnya tidak sampai dipenjara. Tapi kalau diulangi lagi akan dipenjarakan,” ungkapnya.

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...