Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Gunakan Tenaga Surya, Pengusaha Mebel di Jepara Ini Bisa Hemat

Gunakan Tenaga Surya Pengusaha Mebel di Jepara Ini Bisa Hemat

Aktivitas usaha mebel di Senenan Jepara memanfaatkan PLTS. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Kebutuhan listrik merupakan hal penting bagi pengusaha mebel di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Namun, yang memanfaatkan listrik tenaga surya masih sebagian.

Salah satunya di Desa Senenan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pengusaha mebel di sana, sudah menggunakan listrik tenaga surya untuk kebutuhan harian.

Rulli Krisnawan, adalah salah satu pengusaha mebel yang memanfaatkan listrik tenaga surya. Ia beralasan, dengan menggunakan listrik tenaga surya, pengeluaran untuk energi bisa lebih hemat.

Baca: Baterai Pembangkit Listrik di Pulau Parang Jepara Rusak

Mulanya, ia menggunakan listrik dari jaringan PLN. Usahanya pun, kemudian mendapat bantuan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dari Pemprov Jateng di awal 2022 lalu.

Saat itu, tujuh pengusaha mebel lain juga mendapatkan bantuan serupa. Sejak beralih menggunakan tenaga surya, ia benar-benar merasakan perbedaannya.

Biaya pengeluarannya untuk energi pun benar-benar terpangkas. Dari dulunya sebulan biaya listrik mencapai Rp 500 ribu-Rp 600 ribu. Sekarang, pengeluaran untuk listrik terpangkas 50 persen.

“Kini hanya mencapai Rp 200 ribu-Rp 300 ribu,” katanya. Dengan begitu, keuntungan produksinya dan penjualan mebel pun bertambah.

Hal sama dirasakan juga dengan Kartono. Sudah 12 tahun menjadi pengusaha mebel, baru setelah menggunakan PLTS, ia bisa lebih hemat.

”Tapi sekarang beda. Sebulan biaya listrik Rp 100 ribu. Biasanya dulu Rp 200 ribu,” jelas dia.

Terpisah, Ketua Koperasi Industri dan Kerajinan (Kopinkra) Desa Senenan, Sutrisno menceritakan, bantuan PLTS diproses pada pertengahan 2021 lalu. Awal 2022, PLTS itu sudah bisa dimanfaatkan.

Saat itu, ada delapan pelaku usaha mebel yang tergabung dalam Kopinkra menerima bantuan tersebut. Jumlah penerima bantuan itu sesuai dengan kuota yang tersedia.

Selain itu juga, kata dia,  penerima bantuan itu ditujukan kepada pelaku usaha yang memiliki daya listrik minimal 2200 VA.

Sutrisno tidak termasuk dalam penerima bantuan tersebut. Sebagai ketua koperasi, ia memilih mendahulukan anggotanya yang menerima bantuan tersebut.

”Kalau ketuanya dapat duluan nanti malah jadi kecemburuan sosial,” ujarnya.

Dia menambahkan, PLTS itu sangat membantu pengusaha mebel. Tenaga Surya itu bisa memberdayakan pelaku usaha mebel.

”Kalau cuaca cerah begini, bisa membantu full,” pungkas dia.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.