Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Dipanen Maling, Petani Cabai di Kalijambe Sragen Rugi Jutaan Rupiah

Petugas memriksa lahan cabai yang dirusak maling di Sragen. (Solopos.com/Istimewa)

MURIANEWS, Sragen — Seorang petani cabai di Desa Kalijambe, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen Warsono terpaksa merugi hingga jutaan rupiah. Pasalnya, kebun cabai yang ia rawat dipanen dan dirusak maling, Sabtu (2/7/2022)

Kasus pencurian dan perusakan pohon cabai cabai itu diketahui Warsonoyang juga perangkat Desa Kalimacan, Kalijambe, Sragen, pada pukul 06.00 WIB.

Saat itu Warsono yang mengecek kebunnya di Dukuh Siboto RT 11 dibuat kaget saat mendapati kebun cabainya berantakan. Dia mengatakan tidak sekadar cabainya diambil tetapi ratusan pohon cabai batangnya dipatahkan semua.

”Kejadiannya semalam karena telihat daun cabai dari batang yang dipatah-patah itu masih segar. Batangnya dipatahkan dan cabainya di-pluruti [dipetik dengan cepat]. Kalau cabai yang dicuri itu kalau satu karung ada. Diperkirakan bibitnya bisa sampai 60-70 kg. Saya sudah laporan ke Bhabinkamtibmas dan rencananya mau melihat kondisi kebun cabai saya,” katanya seperti dikutip Solopos.com.

Warsono menerangkan luas kebun cabainya sekitar 1.500 meter persegi. Lahan itu ditanami cabai jenis tampar sebanyak 2.700 batang pohon dan 1.000 batang pohon cabai merah besar.

Warsono sudah panen kali keempat dengan hasil rata-rata per panen 70 kg. Warsono menjual cabai tampar itu senilai Rp50.000/kg di tingkat petani dan cabai merah besar Rp40.000/kg di tingkat petani. Panen cabai pertama hingga keempat itu selisihnya empat hari sekali.

”Cabai itu panennya bisa 12-14 kali yang puncaknya di panen kedelapan. Pohon cabai yang dirusak dan dicuri cabainya sampai 1/3 dari luas lahan. Mungkin karena harga tinggi sehingga ada yang nekat. Pohon yang sudah dipatah-patah itu sudah tidak bisa panen lagi,” ujarnya.

Warsono mengungkapkan tiga pekan yang lalu juga ada petani di Dukuh Sentulan RT 002 dekat rumahnya yang cabainya juga dicuri orang. Dia mengatakan kebun cabai yang dicuri itu berada di sebelah barat Polsek Kalijambe.

”Pola pencuriannya sama, batangnya juga dipatahkan. Yang dicuri itu kebum milik Pak Indarto dan Pak Suyoto. Dengan pola yang sama kemungkinan pencurinya sama,” jelasnya.

Warsono meminta keadilan dan mendesak kepada aparat kepolisian mengusut pelaku pencurian itu. Untuk antisipasi, Warsono harus berjaga di kebun 24 jam. Dia mengatakan petani sebelah sampai membuat pos penjagaan siang dan malam agar cabainya tidak dicuri lagi.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...