Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Belanja Online Kena Bea Meterai Rp 10 Ribu, Begini Penjelasannya

Meterai Rp 10.000. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah berencana mengenakan bea meterai Rp 10 ribu untuk term and condition bagi masyarakat yang transaksi di platform digital. Hal ini termasuk juga belanja online di e-commerce.

Rencana penggunaan bea meterai Rp 10 ribu untuk transaksi di platform digital ini tertuang di pasal 3 ayat 2 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2022 tentang Bea Meterai.

Bea meterai term and condition yang dimaksud yakni tentang aturan penggunaan yang dibuat oleh penyedia platform. Dalam hal ini pengguna harus menyetujui agar dapat menggunakan layanan yang disediakan oleh penyedia platform.

Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kudus Andi Setijo Nugroho mengatakan, pengenaan bea meterai Rp 10 ribu ini untuk pelanggan yang berbelanja di platform digital dengan transaksi di atas Rp 5 juta.

Artinya, transaksi di bawah Rp 5 juta tidak dibebankan bea meterai.

”Hanya untuk transaksi yang nilainya di atas Rp 5 juta. Karena saat ini masyarakat lebih banyak melakukan transaksi belanja online. Sehingga pemerintah berencana menerapkan bea meterai Rp 10 ribu ini,” katanya, Sabtu (2/7/2022).

Baca: Buat yang Suka Belanja Online, Waspadai Kejahatan Ini di Momen Besar

Andi melanjutkan, animo masyarakat belanja online salah satunya karena kemudahan. Selain itu varian produk lebih beragam dibandingkan berbelanja di toko offline.

Menurutnya, rencana kebijakan ini tidak akan memberatkan masyarakat. Karena biaya meterai hanya dikenakan untuk transaksi besar di atas Rp 5 juta.

”Bu Menteri Keuangan (Sri Mulyani Indrawati, red) tentunya melihat peluang ini dan sudah mempertimbangkan berbagai hal. Rencana kebijakan ini kan nantinya untuk membangun negara,” sambungnya.

Baca: Presiden Jokowi Bebaskan Empat Bea Meterai, Apa Saja?

Pihaknya meminta masyarakat untuk memahami hal ini. Sebab, lewat bea meterai inilah nantinya dapat membantu kas negara.

Meski demikian, pihaknya belum mengetahui kapan kebijakan ini diterapkan. Dia mengimbau masyarakat untuk menaati kebijakan pemerintah yang tujuannya untuk membangun negeri.

”Masyarakat harus menyadari juga bahwa kas negara itu didapatkan salah satunya lewat meterai,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.