Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ini Cara Mudah Membedakan Cobek dari Semen dan Batu

Ini Cara Mudah Membedakan Cobek dari Semen dan Batu
Hasil cobek dari batu produksi warga Desa Jurang, Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Cobek adalah salah peralatan masak yang paling sering digunakan. Biasanya cobek digunakan untuk mengulek aneka macam bumbu atau bikin sambal.

Ada banyak jenis cobek berdasarkan dari bahan pembuatannya. Seperti cobek dari kayu, batu asli dan bahan semen.

Dari ketiganya, cobek batu memiliki beberapa keunggunlan. Salah satunya cobek batu lebih awet.

Baca juga: Ini Tips Memilih Tempat Kuliner saat Traveling yang Perlu Diketahui biar Nggak Kecewa

Namun sayangnya cobek batu asli sulit ditemukan di beberapa daerah. Cobek yang tersedia di pasaran kebanyakan merupakan cobek semen.

Sepintas tampilan kedua cobek ini terlihat tidak ada bedanya. Walau demikian, dua jenis cobek ini mempunyai beberapa perbedaan.

Melansir dari Kompas.com, ada tiga perbedaan cobek batu dengan cobek semen.

Cobek Batu Memiliki Tekstur Halus dan Berpori

Cobek batu biasanya bertekstur yang halus, padat, dan berpori. Sementara cobek cor semen sekilas teksturnya padat dan minim pori, tapi sebenarnya mudah menipis ketika digunakan.

Warna Cobek Batu Lebih Natural

Warna kedua cobek juga terlihat berbeda. Cobek semen umumnya berwarna hitam pekat saat kering, sementara cobek batu  sebaliknya. Cobek batu saat kering berwarna abu tapi ketika basah agak menghitam. Semakin lama digunakan, justru warnanya semakin hitam mengilap.

Bau Cobek Semen Biasanya Lebih Menyengat

Perbedaan terakhir adalah bau antara cobek batu dan semen. Anda dapat mencium aroma cobek untukl mengetahuinya. Cobek semen umumnya lebih menyengat seperti bau semen seperti biasanya. Hal serupa juga terjadi pada cobek batu yang tidak berbau menyengat seperti cobek semen sehingga bagus digunakan untuk mengulek bahan makanan.

 

 

 

Penulis: Loeby Galih Witantra
Editor: Dani Agus
Sumber: Kompas.com

Comments
Loading...