Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Isi Liburan di Museum Patiayam Kudus Gratis, Bisa Tambah Ilmu

Pengunjung mengabadikan momen saat berkunjung ke Museum Patiayam. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus — Museum Patiayam Kudus bisa menjadi salah satu tujuan alternatif untuk mengisi libur sekolah. Apalagi untuk masuk tempat museum ini tak dipungut biaya alias gratis dan pengunjung bisa mendapat ilmu pengetahuan yang luar biasa.

Museum ini berada di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Museum dibuka untuk umum setiap hari mulai pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB.

Di dalam museum ada berbagai jenis fosil hewan purba. Setidaknya di museum ini terdapat 17 spesies hewan purba.

Spesies hewan purba itu terdiri dari gajah, kerbau, harimau, sapi, anoa, dan banteng. Lalu ada rusa, badak, anjing, kucing, dan hewan-hewan laut. Ada juga hiu putih, buaya, kura-kura, keong, kijing, dan kerang.

Di lantai dasar, pengunjung bakal disuguhkan display gading hewan purba berukuran panjang lebih dari satu meter. Di sudut lainnya terdapat koleksi lain dari hewan purba.

Baca: Wow! Fosil di Museum Patiayam Kudus Ternyata Sebanyak Ini

Pengunjung juga disuguhkan tentang papan informasi tentang manusia purba. Tak hanya itu, pengunjung juga dapat melihat koleksi hewan purba di tiap-tiap etalase.

Di lantai dua, pengunjung dapat melihat bagian store museum. Di tempat ini tersedia berbagai fosil berukuran besar. Seperti fosil gading gajah, fosil kepala banteng, fosil kerbau, dan fosil lainnya.

Ari Mustaqim, Edukator Museum Patiayam mengatakan, pengunjung yang datang tidak dipungut biaya atau gratis. Pengunjung juga akan didampingi oleh guide (sekarang disebut edukator, red).

”Kami jelaskan kepada pengunjung tentang hewan purba yang di-display di lantai dasar ini,” katanya, Kamis (30/6/2022).

Menurutnya, saat ini pengunjung museum bervariasi. Dimulai dari siswa SD, SMP, SMA, hingga rombongan keluarga.

”Untuk pengunjung yang merupakan siswa sekolah seperti itu kami dari pihak museum memperkenalkan hewan purba yang pernah hidup di kawasan Patiayam ini,” sambungnya.

Baca: Fosil Monyet, Gajah hingga Kuda Nil di Patiayam Kudus Jadi Benda Cagar Budaya

Materi yang dijelaskan disesuaikan dengan pengunjung yang datang. Hal itu bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi pengunjung untuk memahami tentang Museum Patiayam.

”Kalau siswa SD kami kenalkan dasar-dasar dulu soal apa itu fosil. Kemudian kami ajak melihat seisi museum. Sementara siswa SMP dan SMA kami sudah mulai jelaskan soal hewan purba di kawasan Patiayam. Kami jelaskan juga soal kehidupan pra sejarahnya,” ujarnya.

Menurut Ari Mustaqim antusias pengunjung sudah bagus setiap datang ke museum. Terutama saat ditemani oleh guide.

”Kalau tidak ada guide atau edukator, mereka hanya muter-muter area museum saja. Tetapi saat kami dampingi dan memberikan penjelasan setiap fosil yang di-display, mereka ikut mendengarkan,” ujarnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoja

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.