Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Sapi Perah di Kudus Mulai Disuntik Vaksin PMK Hari Ini

Vaksinasi pada hewan ternak sapi perah di Kudus. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai menyuntikkan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ke sapi perah. Hari ini ada sekitar 180 sapi perah di Kudus yang mulai disuntik.

Penyuntikannya akan dilaksanakan secara bertahap dan dimulai di Peternakan Sapi Perah Sumber Segar di Kecamatan Kaliwungu, Kamis (30/6/2022). Kabupaten Kudus pada tahap pertama ini mendapat alokasi vaksin sebanyak 500 dosis.

”Untuk prioritas sapi yang mendapatkan vaksin memang sapi perah terlebih dahulu. Kemudian alokasi vaksin lainnya akan digunakan untuk sapi potong usia muda,” kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus Agus Setiawan di sela vaksinasi.

Pihaknya menargetkan penyuntikan akan rampung pada 2 Juli 2022 mendatang. Setelahnya, pihaknya akan mendata kembali populasi layak vaksin dan mengajukan tambahan alokasi vaksin ke pemerintah pusat.

”Karena Kudus ini populasi ternaknya lebih sedikit dari daerah lainnya, maka diberi sedikit dulu, hanya nanti akan tetap kami ajukan penambahan,” ujarnya.

Baca: Sapi Perah di Kudus Diutamakan Dapat Vaksinasi PMK, Ini Alasannya

Subkoordinator Produksi dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kudus Sidi Pramono menambahkan, ada sejumlah kriteria ternak yang boleh mendapatkan vaksin tersebut.

Satu yang paling penting adalah ternak tersebut tidak sedang terinfeksi PMK saat akan divaksin.

”Begitu pula kalau sudah sembuh atau gampangnya pernah kena, ini tidak bisa divaksin,” terangnya.

Untuk umur, Sidi menyampaikan ternak minimal harus berusia dua pekan saat mendapat suntik vaksin. Hewan juga tidak boleh dalam kondisi yang stres apalagi hewan ternak yang sedang bunting.

”Sementara dalam instruksi memang diprioritaskan sapi atau kerbau dulu, yang lainnya masih dalam kajian,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.