Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ramai-Ramai Kurangi Dampak Banjir Bandang Tunjungrejo Pati

Ramai-Ramai Kurangi Dampak Banjir Bandang Tunjungrejo Pati
Lokasi Dapur Umum dan Posko penanganan Bencana Banjir Bandang Desa Tunjungrejo.(Murianews/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Warga Desa Tunjungrejo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dan sejumlah pihak gotong royong mengurangi dampak bencana banjir bandang.

Bersama sejumlah sukarelawan, mereka yang tak terdampak menolong tetangganya dengan membersihkan puing-puing sisa bencana dan membuat tanggul darurat di Sungai Sat.

Beberapa di antaranya juga membantu di pos dapur umum. Sejumlag pihak mendirikan dapur umum di Desa Tunjungrejo untuk meringankan dampak korban bencana banjir bandang.

Baca: Rumah Rusak Dihantam Banjir Bandang, Belasan Warga Tunjungrejo Pati Mengungsi

Untuk bahan makanan sendiri berasal dari RT-RT atau wilayah Desa Tunjungrejo yang tak terdampak banjir bandang. Pihaknya saling dotong royong membantu meringankan beban warga yang terkena musibah ini.

”Untuk suplai bahan makanan nasi bungkus itu dari wilayah Tunjungrejo yang tak terdampak. Pengiriman tadi jam 7 dan siang. Yang sudah kami berikan pada pagi ada 100 nasi bungkus dan siang ada 200 nasi bungkus,” kata Kepala Desa Tunjungrejo, Mochamad Ali Zuhri.

Ia mengatakan, dapur umum sudah didirikan sejak Selasa (28/6/2022). Dapur umum itu didirikan di dekat lokasi bencana banjir bandang dan ditempatkan di rumah ketua RT 2 RW 6 desa setempat.

”Dapur umum sudah didirikan sejak kemarin. Dropping untuk warga yang terdampak, dan warga yang belum bisa masak. Pekerja dan relawan juga,” ujar Ali.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Pati Martinus Budi Prasetya mengatakan selain dapur umum, di lokasi itu juga digunakan sebagai posko tim medis dari Puskesmas Margoyoso.

”Ada kesehatan dari Puskesmas Margoyoso. Ini tim aksi tanggap cepat (ATC), Lindu Aji, Ansor dan instansi terkait juga mensupport kebutuhan makanan yang belum bisa masak,” tandas Martinus.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.